Thursday, 11 Aug 2022
Temukan Kami di :
News

Adam Deni soal dr Trita Tolak Jadi Saksi Meringankan : Dokter Bunglon, Dia Takut!

Aisyah Isyana - 19/04/2022 00:28

Beritacenter.COM - Adam Deni Gearaka angkat bicara soal dr Tirta Mandira Hudhi yang menolak menjadi saksi meringakan untuknya di kasus ITE. Adam Deni menyebut dokter Tirta takut, hingga menjulukinya 'bunglon'.

"Dia bunglon, dia takut," kata Adam Deni usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (18/4/2022).

Adam Deni menyebut Tirta dengan sebutan 'dokter bunglon', lantaran mengaku pernah beberapa kali dihubungi Tirta untuk dealing dengan Ahmad Sahroni.

"Kalau dokter bunglon menolak, saya menyebutnya dokter bunglon. Jadi gini, dokter bunglon pernah menelepon saya. Dia bukan menasihati saya, tetapi dia meminta saya untuk dealing dengan AS (Ahmad Sahroni), karena dia mendapat perintah, mendapatkan telepon dari menantu mantan wakapolri. Dan satu lagi, ada penyidik cyber yang dulunya pernah menjadi mantan ajudan mantan wakapolri, suruh ber-dealing juga dengan AS," jelas Adam.

Menjawab tudingan Adam Deni, dokter Tirta menyebut hanya akan mendoakan yang terbaik untuk Adam Deni. Dia bahkan mendoakan Adam Deni dapat segera berilaturahmi langsung dengan Ahamd Sahroni.

"Tanggapan saya semoga sukses dengan kasusnya, yang terbaik, dan semoga bisa bersilaturahmi kembali dengan Pak Ahmad Sahroni," kata dr Tirta saat dihubungi terpisah.

Untuk saat ini, dokter Tirta menyoroti kondisi Indonesia yang tengah dalam tahap pemulihan dari wabah virus Corona. Menurutnya, hal itulah yang saat ini harusnya menjadi prioritas.

"Kita sekarang disibukkan dengan pemulihan pascapandemi, harapannya fokus aja isu ke situ," ungkapnya.

Sementara soal julukan dokter bunglon yang diberikan Adam Deni, dokter Trita menanggapi hal itu dengan santai. Dia bahakn menyebut pernah dijululuki 'cebong', 'kadrun', hingga 'kampret'.

"Untung dijuluki bunglon, bukan kampret, kadrun, cebong," kata dokter Tirta sembari menyertakan emoticon tertawa.

Sekedar diketahui, Adam Deni bersama Ni Made Dwita Angraini didakwa bersama-sama telah melakukan transmisi, memindahkan dokumen elektronik orang lain yang bersifat rahasia. Adam Deni diketahui sempat mengunggah postingan di Instratory-nya, yakni : 'Mowning.. mowning baru dapet kiriman paketan kertas dua karton yang siap disetor ke @official.kpk', yang ditujukan untuk Ahmad Sahroni.

Dalam kasus ini, Adam Deni dan Ni Made didakwa Pasal 48 ayat (3) juncto Pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 48 ayat (2) juncto Pasal 32 ayat (2) dan lebih subsider Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1).




Berita Lainnya

Bahaya! Stop Isi Bensin Eceran di Jalanan

11/08/2022 09:59 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA