Friday, 01 Jul 2022
Temukan Kami di :
Teknologi

Minta Sanksi Invasi Ukraina Dicabut, Rusia Lagi-lagi Ancam Tinggalkan Stasiun Luar Angkasa

Aisyah Isyana - 05/04/2022 02:25

Beritacenter.COM - Rusia, melalui badan antariksanya, yakni Roscosmos, kembali mengancam bakal menghentikan segala kerjasama dengan negara Barat dalam hal mengelola Stasiun Luar Angkasa atau International Space Station (ISS).

Kepala Roscosmos, Dmitry Rogozin, dalam cuitannya di Twitter mewanati-wanti jika Rusia bakal keluar dari ISS, jika negara-negara mitra seperti Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Uni Eropa, tak mencabut sanksi mereka terkait invasi Rusia ke Ukraina.

"Tujuan dari sanksi ini adalah untuk membunuh ekonomi Rusia, menjerumuskan rakyat kita ke dalam keputusasaan dan kelaparan serta membuat negara kami bertekuk lutut," kata Rogozin dalam cuitannya yang diterjemahkan, seperti dikutip dari Space, Senin (4/4/2022).

"Saya percaya bahwa pemulihan hubungan normal antara mitra di International Space Station dan proyek bersama lainnya hanya mungkin terjadi dengan pencabutan sanksi ilegal yang lengkap dan tanpa syarat," sambungnya.

Tak hanya melalui cuitan di Twitter, Rogozin disebut telah menyampaikan keluhan serupa kepada negara-negara mitra ISS melalui surat resmi pada 14 Maret lalu. Dia turut mengunggah beberapa balasanb dari negara mitra terkait surat tersebut. Dimana salah satunya merupakan balasan dari Administrator NASA Bill Nelson, tertanggal 30 Maret 2022.

"AS terus mendukung kerjasama antariksa pemerintah internasional, terutama kegiatan yang berkaitan dengan pengoperasian ISS dengan Rusia, Kanada, Eropa, dan Jepang," ujar Nelson dalam suratnya.

"Langkah-langkah kontrol ekspor AS yang baru dan yang sudah ada terus memungkinkan kerjasama antara AS dan Rusia untuk memastikan operasional ISS yang aman dan berkelanjutan," sambungnya.

Dalam hal ini, adanya ancaman Rusia soal henangkang dari ISS tak berarti nasib stasiun luar angkasa itu dalam bahaya. Ancaman serupa juga pernah dikeluarkan Rogozin, namun hingga kini tak kunjung jadi kenyataan.

Dimana pada 24 Februari lalu saat Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, Rogozin menyebut sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS akan menghancurkan kerjasama di ISS, bahkan menyebut ISS bakal jatuh ke Bumi tanpa bantuan Rusia.

Meski begitu, nyatanya operasional ISS terus berjalan tanpa ada kendala apa pun. Bahkan, astronaut NASA, Mike Vande Hei, dilaporkan kembali ke Bumi dengan menumpangi kapsul Soyuz mili Rusia bersama dua komonaut lainnya, pada 30 Maret lalu. Dia berhasil mendarat dengan selamat di Bumi, meski hubungan Rusia-AS disebut tengah memanas.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA