Friday, 01 Jul 2022
Temukan Kami di :
Peristiwa

Dijemput Perwakilan Kalimantan Ke Jakarta, "Edy Mulyadi Makin Ketakutan"

Indah Pratiwi - 28/01/2022 20:35

Beritacenter.COM - Edy Mulyadi yang juga Caleg PKS dan Sekjen GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa) serta aktivis 212, telah melecehkan serta menghina dan menyinggung masyarakat Kalimantan dengan mengatakan "Kalimantan Tempat Jin Buang Anak."

Pernyataan Edy Mulyadi Si Tukang nyinyir itu sudah kelewatan menghina hal tersebut lagsung mendapatkan sambutan dari warga Kalimantan yang datang langsung ke Jakarta untuk menemui Si Tukang Nyinyir itu untuk melakukan penjemputan ke Kalimatan untuk dilakukan Sidang Adat.

Hal tersebut mendapatkan sorotan dari pemilik akun facebook Thomy S Odrus dengan menuliskan artikel yang berjudul "Edy Mulyadi Makin Ketakutan"

Beginilah isi artikel tersebut :

Oleh : Thomy S Odrus

Apes kuadrat nasib si Edy Mulyadi ini, mantan Caleg PKS di 2019. Diuber-uber hukum adat DAYAK, sekarang ditambah pula diuber oleh hukum adat SUNDA. Ibarat pepatah : BELUM lepas dari mulut BUAYA Mahakam, sekarang diuber pula oleh mulut harimau MAUNG Siliwangi. Yg jelas, saudara-2 kita etnis Dayak TIDAK MENGENAL cara-2 lama seperti :- kata maaf- kata khilaf- kata tidak bermaksud- meterai Rp 10.000

Hukum adat bakal tetap berjalan meskipun 9 laporan aduan ke Polres/Polda sudah diambil alih oleh Mabes Polri. Belum kelar urusan dengan Mandau, lhaa… sekarang giliran tetua adat Sunda yg ikut meradang, krn merasa budaya luhur Sunda ikut dicatut. Dalam tiap kesempatan menebar KEBENCIAN, Edy selalu memakai ikat kepala khas Sunda, seolah dia mewakili adat “urang Sunda”. Eksploitasi adat Sunda ini sejatinya akal-akalan dari PKS, yg dapat ide konyol ini setelah Arteria Dahlan salah omong.

Mereka mau menghantam PDIP, dan tentunya Jokowi, dgn “mengkapitalisasi” adat Sunda. Apalagi pasca penetapan UU Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara oleh DPR RIPKS merasa harus “gas pol”. Karena kalau ibukota beneran pindah, semua “infrastuktur sosial” yg sudah dibangun PKS di Jabodetabek (lewat liqo, sekolah terpadu, dsb) , bakalan sia-sia. Belum lagi kata “NUSANTARA” yg baru sekedar disebut aja, udah bikin jin padang pasir kepanasan. Singkatnya, dengan segala cara dan strategy, Ibukota Nusantara harus batal, atau setidaknya ganti nama.

 

 

Mungkin nama berbau padang pasir lebih cocok buat PKS, ketimbang nama “NUSANTARA” yg energy spiritual nya aja udah kenceng banget. Alhasil secara masif berbagai strategi mereka luncurkan. Dari yg konstitusional lewat rencana judicial review di MK, sampai upaya membangun opini publik. Soal “framming” massa, PKS memang jagonya. Sayang, eeh…. syukurlah maksud saya, kali ini PKS kena batunya. Lewat Edy Mulyadi yg egonya kegedean, sampai kebablasan ngomong, malah para tetua adat DAYAK & SUNDA yg sekarang marah.Jelas, bukan saja strateginya gagal total, cara-2 ngeles seperti yg selama ini dipakai jelas udah nggak laku lagi.

MAU LARI KEMANA LU EDY?——Majelis Adat Sunda murka atas perbuatan Edy Mulyadi yang menggunakan ikat Sunda berbicara menghina suku Dayak. Majelis Adat Sunda menyiapkan hukum adat apabila proses hukum di kepolisian buntu”Kita akan jalankan hukum adat juga. Kan di Kalimantan sudah jelas akan ada hukum adat untuk Edy, di kami juga sama, kami juga hukum adat dan melakukan hal yang sama demi utuhnya NKRI,” ucap Pupuhu Agung Dewan Keratuan Majelis Adat Sunda Arie Mulia Subagja saat dihubungi, Kamis (27/1/2022)

Sumber : Status Facebook Thomy S Odrus




Berita Lainnya

Truk Tangki BBM Terjun Bebas Menimpa Rumah Warga

30/06/2022 21:20 - Rahman Hasibuan
Kemukakan Pendapat


BOLA