Wednesday, 18 May 2022
Temukan Kami di :
News

Polisi Sebut Faktor 'Panik' Jadi Alasan Sopir Truk Maut Balikpapan Tak Banting Setir

Aisyah Isyana - 21/01/2022 19:50

Beritacenter.COM - Sopir truk tronton kecelakaan maut di Balikpapan, Kalimantan Timur, M Ali (47), mengaku panik saat terjadi kecelakaan. Alhasil, sang sopir tak membanting setir hingga menabrak sejumlah kendaraan disekitar lokasi.

"Faktor kepanikan turut berpengaruh di situ," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo kepada detikcom, Jumat (21/1/2022).

Menurutnya, sang sopir tak sempat berpikir untuk membanting setir ke arah kiri yang merupakan area kosong tepi jalan, lantaran kejadian kecelakaan yang begitu cepat. "Karena di video itu (kejadiannya) tak sampai 10 detik di situ," kata Yusuf.

Yusuf menduga, beban truk yang mencapai 20 ton dan kontur jalan yang menurun turut membuat truk jadi sukit di kontrol. "Karena itu kan jalan juga menurun di depannya banyak antrean. Yang jelas sopir truknya panik, nggak sempat berpikir jauh," katanya.

Rekaman CCTV di lokasi menampakkan momen truk maut yang dikendarai tersangka berada di lajur kiri kendaraan yang lebih sedikit kendaraannya. Tampak area yang cukup kosong jika sang sopir membanting stir ke kiri.

Hanya saja, truk tronton yang sudah hilang kendali itu tetap melaju di lajur kiri, kemudian berbelok ke kanan yang terdapat banyak motor dan mobil yang tengah menunggu lampu merah, tepatnya di Simpang Rapak.

Banyak pihak yang mempertanyakan kompetensi sang sopir yang tak mengambil keputusan untuk membanting stir ke kiri ke area yang lebih kosong, guna meminimalisir kecelakaan. Anggota DPR Habiburiokhman meminta polisi mendalami alasan kenapa sopir tak banting stir ke kiri.

"Harusnya dia banting setir ke kiri. Itu termasuk yang perlu didalami dalam penyidikan," kata Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (21/1).

Dia menilai, sopir truk maut itu memiliki skill yang nilih dalam mengemudi, sehingga turut mengakibatkan kecelakaan maut terjadi. "Si sopir lalai sekali dan seperti tidak punya keahlian mengemudi. Kenapa orang seperti itu kok bisa jadi pengemudi truk tronton. Bagaimana dahulu proses dia direkrut, ada tes khusus atau tidak," katanya.

"Selain si sopir yang perlu dihukum, perusahaan juga harus bertanggung jawab kepada para korban dan keluarganya. Jadi ini lengkap masalahnya, sopirnya nggak mahir, truknya bermasalah, perusahaannya lakukan pengecekan rutin atau tidak?" katanya lagi.




Berita Lainnya

Terungkap ! Ini Motif Perampok Minimarket di Jakpus

18/05/2022 14:52 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA