Wednesday, 18 May 2022
Temukan Kami di :
Teknologi

Menteri BUMN soal Kesiapan Jaringan di G20 : 5G Indonesia Salah Satu yang Tercepat

Aisyah Isyana - 29/12/2021 16:32

Beritacenter.COM - Guna menyambut penyelenggaraan G20 di Bali nanti, Menteri BUMN Erick Thohir turut memastikan kesiapan perusahaan-perusahaan plat merah, salah satunya yang berkaitan dengan jaringan PT Telkom Indonesia tbk di T-Cloud Nusa Dua Bali.

Dalam hal jaringan internet, Erick bahkan menyebut jaringan Indonesia juga tak kalah dengan negara-negara maju lain. Menurutnya, jaringan 5G yang sudah bisa digunakan di Indonesia merupakan salah satu yang tercepat di dunia.

"Jangan selalu bilang Eropa lebih bagus, oh Amerika lebih bagus, China lebih bagus. Indonesia tidak kalah bagus. Ini 5G lumayan dan salah satu tercepat di dunia," tutur Erick dalam keterangan tertulis, Rabu (29/12/2021).

Prihal kecepatan jaringan, Erick membandingkan perhelatan G20 di Italia yang disebutnya masih menggunakan jaringan telekomunikasi 3G. Sementara Indonesia saat ini sudah bisa menggunakan jaringan 5G. Untuk itu, Erick optimis fasilitas yang dimiliki Indonesia dapat membantu penyelenggaraan G20 nanti, bahkan lebih baik dari negara Eropa lainnya.

"Saya rasa fasilitas yang di Bali ini banyak sekali dukungan BUMN harus lakukan untuk G20 sehingga kita tidak boleh membuat malu. Saya rasa Telkom maksimal persiapannya, tidak hanya timnya, tapi juga semua infrastruktur sekarang sudah dilakukan untuk dipersiapkan. Kita bisa lihat di sini ada SNG, ada Com Batt dan ini 5G," jelasnya.

Terlepas dari jaringan, pihak Telkom juga memperkenalkan Patrol Robot. Erick menyebut patrol robot milik Telkom itu diberikan nama 'Putu', lantaran diperkenalkan di Bali.

"Robot Putu nanti diperganteng dan dipercantik supaya akrab dengan para delegasi yang datang. Robot Putu akan kita uji coba dengan aplikasi PeduliLindungi. Putu ini bisa melihat tamu sesuai dengan data, tapi tidak menyebutkan namanya karena privacy," ujar Erick.

Selain itu, Erick juga memastikan pihak PT PLN (Persero) juga memastikan kesiapan listrik agar beroperasi dengan baik dan optimal. Dia mewanti-wanti agar tidak ada kesalahan operasi perusahaan listrik yang dapat memutus jaringan listrik saat acara G20 berlangsung.

"Kalau buat telekomunikasi dan listrik sudah 100 persen, tapi kalau venue mungkin masih 70 persen. Dan tidak ada venue sebaik ini di beberapa negara lain penyelenggara G20. Saya kemarin ke KOP 26, ke G20 dan kita lebih bagus. Saya pastikan kita lebih bagus," tutup Erick.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA