Tuesday, 18 Jan 2022
Temukan Kami di :
News

Nirina Zubir Sakit Hati 'ART' Perampas Tanah Rp17 M Nikmati Uang untuk Foya-foya

Saya sakit hati dan marah karena saya tahu ibu saya sederhana sekali karena ibu saya nggak pernah nikmati uangnya sendiri. Tapi dia (Riri dan Endrianto) beli mobil baru, dia jalan-jalan ke luar negeri, dia modalin adiknya sekolah di Malaysia dari hasil ibu saya

Aisyah Isyana - 17/11/2021 18:57

Beritacenter.COM - Nirina Zubir mengaku sangat sakit hati dengan perbuatan Riri Khasmita, mantan asisten rumah tangga (ART) yang telah merampas enam bidang tanah senilai Rp17 miliar milik keluarga Nirina. Dia menyebut, Riri Khasmita bersama suaminya, Endrianto, telah menggunakan uang hasil merampas tanah untuk foya-foya.

"Saya sakit hati dan marah karena saya tahu ibu saya sederhana sekali karena ibu saya nggak pernah nikmati uangnya sendiri. Tapi dia (Riri dan Endrianto) beli mobil baru, dia jalan-jalan ke luar negeri, dia modalin adiknya sekolah di Malaysia dari hasil ibu saya," ujar Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Nirina menyebut Riri Khasmita adalah mantan asisten keluarganya, yang bekerja sehari-hariuntuk mengasuh ibunya yang telah berusia lanjut. Aksi jahat Riri mulai terbongkar usai ibunda Nirina meninggal dunia. Begitu pembagian warisan, ART yang dipercaya mengurus sertifikat tanah keluarga Nirina mengaku jika sertifikat-sertifikat itu telah hilang.

Namun, belakangan diketahui jika Riri telah menggelapkan sertifikat tanah keluarga Nirina Zubir. Riri bahkan diam-diam telah membalikkan nama keenam sertifikat itu atas nama dirinya dan suaminya, Endrianto.

"Alih-alih bantu, dia membalikkan surat ibu saya atas nama ibu saya, atas nama saya satu, kakak saya juga yang lain. Jadi ada enam bidang tanah itu semua diganti atas nama dia dan suaminya. Terus empat suratnya itu digadaikan ke bank dan dua surat lain dijual," beber Nirina.

Sebelumnya, Nirina sempat menawarkan agar tersangka Riri menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Hanya saja, dia tak mendapat respon baik dari tersangka tersebut.

Tak hanya itu, Nirina juga menyebut tersangka Riri juga pernah beberapa kali menggunakan uang ibunya untuk kepentingan pribadi. Bukannya minta maaf atas perbuatannya, Nirina mengaku malah mendapat perbuatan tak menyenangkan dari Riri dan keluarganya.

"Sebelumnya saya tahu dia gunakan uang ibu saya untuk bisnis angkot dan arisan. Jadi berkembang terus dari Rp 5 juta, R0 10 juta, Rp 15 juta, dan Rp 100 juta sampai tanah sekarang diincar," jelasnya.

"Dari ibunya, Khasnisyah dari Bukit Tinggi nggak ada permohonan maaf bahkan kami satu keluarga dimaki-maki dan dihasut ke satu kompleks bahwa kami anak tak tahu diri tapi ya sudahlah ibu manapun melindungi anaknya tapi anaknya sudah ditahan dan ditetapkan tersangka," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telah membongkar praktik mafia tanah yang menimpa keluarga Nirina Zubir. Asisten rumah tangga (ART) ibunda Nirina, Riri Khasmita, juga telah ditetapkan tersanga kasus mafia tanah yang telah merampas tanah senilai Rp17 miliar.

"ART sudah ditahan. Itu tiga orang kita tahan dan dua orang lagi akan kita lakukan pemanggilan," kata Kasubdit Harda AKBP Petrus Silalahi saat dihubungi, Rabu (17/11/2021).

Petrus menyebut ketiga tersangka yang sudah ditahan pihaknya, yakni Riri dan suaminya, serta seorang notoris. Sementara dua tersangka lain yang belum ditahan juga berprofesi sebagai notaris.

Dalam kasus ini, Riri adalah dalang yang mengotaki perampasan aset keluarga Nirina Zubir. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378, 372, dan 263 KUHP tentang penipuan, penggelapan, dan pemalsuan dokumen.




Berita Lainnya

Oknum PNS Joget Miras Terancam Diberhentikan

17/01/2022 13:58 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA