Friday, 21 Jan 2022
Temukan Kami di :
Teknologi

Luncurkan Misi Baru Kirim 'DART', NASA Bakal Tangkis Asteroid Cegah Kepunahan Zaman Dinosaurus

Aisyah Isyana - 07/11/2021 10:30

Beritacenter.COM - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bakal meluncurkan misi terbaru mereka, yang bertujuan menangkis ancaman asteroid yang menghantam bumi. Dalam hal ini, NASA menyadari jika Bumi masih belum lepas dari ancaman asteroid, yang sewaktu-waktu dapat menghantam Bumi.

Guna mencegah asteroid jatuh ke Bumi, NASA bakal mengubah arah orbit asteroid melalui 'Double Asteroid Redirection Test (DART). Dengan begitu, harapannya hal ini dapat mencegah asteroid menghantam atau jatuh ke Bumi.

Sejatinya, kekawatiran para ilmuwan terkait jatuhnya asteroid ini bukanlah tanpa sebab. Jika melihat dan mengambil pelajaran dari zaman dinosaurus disekitar 66 juta tahun lalu, asteroid benar-benar jatuh menghantam Bumi dan sekitika memusnahkan peradaban purba tersebut. Untuk itu, NASA meyakini misi DART ini bakal menjadi pertahanan planet aktif, setidaknya dapat menangkis asteroid yang hendak menghantam Bumi.

"Jika ada asteroid yang menjadi ancaman bagi Bumi, Anda pasti ingin melakukannya teknik ini bertahun-tahun atau puluhan tahun sebelumnya," ujar Nancy Chabot, ilmuwan planet dan kepala koordinasi DART, seperti dikutip dari Space, Minggu (7/11/2021).

"Anda hanya akan memberikan dorongan kecil pada asteroid ini, yang akan menambah perubahan besar pada posisinya di masa depan, kemudian asteroid dan Bumi tidak akan bertabrakan," sambungnya.

DART sendiri merupakan pesawat ruang angasa yang mengemban tugas untuk menabrakan diri ke asteroid kecil yang mengorbit ke asteroid yang lebih besar. Dengan begitu, harapannya dapampak tabrakan itu dapat mengubah jalur asteroid besar agar tidak menghantam Bumi.

NASA sejauh ini telah mengidentifikasi sedikitnya lebih dari 27 ribu asteroid dekat Bumi, dimana 10 ribu diantaranya berukuran lebih dari 140 meter. Sejatinya, ukuran seperti itu mampu menyebabkan kerusakan regional yang besar.

Rencananya, misi DART ini akan mulai diluncurkan pada 24 November mendatang, dari Vandenberg Space Force Base, California, AS. Adapun misi senilai USD 330 juta ini turut dibantu oleh roket SpaceX, Falcon 9.

"Asteroid itu rumit, berbeda, memiliki batu besar. Ada bagian berbatu, tapi ada yang halus. Asteroid ini juga bentuknya aneh, segala macam ada di sana. Itu mengapa kita perlu DART," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA