Tuesday, 19 Oct 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Ringkus 2 Pelaku Jual Beli Satwa Dilindungi Melalui Medsos

Rachman Riv - 13/10/2021 16:50

Beritacenter.COM - Dua orang pelaku berinisal VRW (29) dan SFSS (25) diamankan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim karena menjual Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) di Tulungagung dan Jember.

Kasus ini terungkap setelah pada Selasa (5/10/2021) sekitar 19.30 WIB, petugas mengamankan terduga pelaku inisial VRW. Dia ditangkap di rumahnya daerah Dusun Sodo RT 01/ RW 01, Desa Sodo, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung.

Dari keterangan VRW, pada Rabu (6/10/2021) sekitar pukul 02.15 WIB, petugas mengamankan SFSS, di rumahnya di Dusun Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, dan di Dusun Krajan II RT 08/ RW 07, Kelurahan Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.

"Keduanya diamankan, karena diduga melanggar dasar hukum mengenai memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup dan mati," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mapolda Jatim, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Oki Ahadian, menjelaskan, anggota mendapatkan informasi dan akurat. Sehingga dilakukan penyelidikan dan mengerucut kepada satu orang tersangka VRW.

Yang diamankan di Tulungagung, setelah mendapatkan bukti yang didapat, mengarah ke satu tersangka lain yang ada di wilayah Jember. "Diketahui kedua tersangka ini sering menjual hewan langka dalam kondisi hidup maupun mati," katanya.

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Dari tersangka VRW, diamankan dua buku tabungan, dua ekor satwa Lutung Jawa dalam keadaan hidup, dua ekor Lutung Jawa dalam keadaan mati dan satu ekor Binturong dalam keadaan hidup, satu ekor burung Rangkong keadaan hidup dan kemasan bekas pembungkus pengiriman satwa.

Polisi mengamankan barang bukti berupa dua tabungan, enam ekor burung Rangkok anakan, satu ekor Binturong, satu ekor Landak, satu ekor Musang Rase, tiga kurungan besi dan empat keranjang buah plastik.

"Kedua tersangka mencari dan membeli hewan langka yang kemudian mereka jual lagi melalui media sosial. Sampai saat ini kami masih mendalami kasus tersebut," tandas Oki.

Dalam kasus ini, kedua tersangka dikenakan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a,b, dan d UU Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

 




Berita Lainnya

Rampas HP Si Jon Berhasil Dicokok Polisi

18/10/2021 21:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA