Tuesday, 19 Oct 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Diadili Atas Kasus Penggunaan Obat, Bos Samsung : Saya Minta Maaf, Saya Menyesal

Aisyah Isyana - 12/10/2021 19:22

Beritacenter.COM - Pemimpin de facto grup Samsung, Lee Jae-yong, diadili atas tuduhan penggunaan anestesi propofol secara ilegal, Selasa (12/10/2021). Adapun kasus ini merupakan kasus terbaru yang menjerat multi-miliarder Korea Selatan tersebut.

Lee yang merupakan wakil kepala pembuat smartphone terbesar dunia, yakni Samsung Electronics, dituding telah berulang kal menggunakan anestes tersebut di sebuah klinik operasi plastik di Seoul pada 2017 dan 2018, seperti dilansir AFP, Selasa (12/10/2021).

Baca juga :

Sekedar diketahui, propofol yang kerap digunakan sebagai obat bius ini terkadang juga digunakan sebagai obat penenang bagi mereka yang kesulitan untuk tidur. Bintang pop Michael Jackson, merupakan salah satu contoh kasus overdosis akibat obat ini pada 2009 lalu.

Dalam kasus ini, penggunaan ilegal obat ini masih dilihat sebagai pelanggaran kecil di Korea Selatan. Jaksa awalnya mengusulkan pemberian denda 50 juta won, atau USD 42 ribu. Namun, pengadilan menolak dan meminta agar dilakukan persidangan.

Lee yang merupakan orang terkaya ke-297 dunia versi Forbes ini disebut datang ke pengedilan dengan menggunakan setelan bisnis abu-abu gelap dan masker. Dia memilih untuk bungkam saat wartawan memberondongnya dengan pertanyaan saat memasuki Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

"Saya minta maaf karena menyebabkan masalah dan kekhawatiran seperti itu karena masalah pribadi saya," ucap Lee meminta maaf kepada hakim di pengadilan seperti diberitakan kantor berita Korsel, Yonhap.

"Semua ini terjadi karena kekurangan saya, dan meskipun untuk tujuan medis, saya sangat menyesalinya," tambahnya.

Dalam kasus ini, jaksa disebut menuntut denda yang lebih besar, yakni 70 juta won. Tak hanya itu, jaksa juga melakukan penyitaan aset 17 juta won.

Sebelumnya, Lee juga sempat dibebaskan lebih awal dari hukuman penjara dua setengah tahun, karena penyuapan, penggelapan dan pelanggaran lainnya sehubungan dengan skandal korupsi yang menjatuhkan mantan presiden Korea Selatan, Park Geun-hye.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA