Tuesday, 30 Nov 2021
Temukan Kami di :
Politik

Muncul Relawan di Malang Deklarasikan Puan Maharani Sebagai Capres

Baharuddin Kamal - 11/10/2021 09:20 Puan Maharani.

Beritacenter.COM - Relawan dan pendukung Puan Maharani yang menamakan diri Gema Puan dideklarasikan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gema Puan dibentuk untuk memberikan dukungan kepada politisi PDI-P itu maju menjadi calon presiden pada 2024.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Puan Jawa Timur Nanang Sutrisno mengatakan deklarasi dilakukan pada Minggu kemarin (10/10).

Deklarasi dukungan terhadap Ketua DPR RI itu, kata Nanang, menyusul beberapa calon presiden lain yang sudah mulai muncul untuk menyongsong Pemilu Presiden 2024.

"Kami mendeklarasikan Puan Maharani Presiden Indonesia 2024. Dukungan bisa diberikan kapan saja, tetapi yang pasti kami sudah menciptakan momentum," kata Nanang.

Dia menyebutkan, dengan deklarasi yang dihelet kemarin, diharapkan sosok Puan Maharani jadi semakin dikenal dan dipertimbangkan untuk didukung oleh masyarakat luas.

"Ini untuk menunjukkan bahwa Puan Maharani itu juga punya kekuatan, dan pendukung, yang layak diperhitungkan," ujarnya.

Gema Puan, kata Nanang, yakin dengan sosok dan kapabilitas Puan Maharani sebagai pemimpin. Nanang juga menyebut Puan pekerja keras yang tak banyak bicara.

Dia berharap PDIP memberikan rekomendasi kepada Puan Maharani untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.

"Alasan yang paling mendasar adalah, Puan mempunyai semangat yang kuat untuk tetap menjamin tegaknya NKRI, UUD, dan Pancasila. Bagi kami itu adalah harga mati," katanya.

Gema Puan yang dideklarasikan di Kabupaten Malang diisi para relawan dengan berbagai macam latar belakang. Mereka mengklaim Gema Puan sudah terbentuk di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Puan Maharani adalah putri dari mantan presiden Megawati Soekarnoputri. Saat ini Puan menjabat sebagai Ketua DPR dan juga ketua DPP PDIP.

Puan merupakan politikus yang belakangan menjadi sorotan lantaran begitu banyak baliho dan spanduk bergambar dirinya di berbagai kota. Diduga untuk kepentingan meningkatkan popularitas sebagai calon presiden.

Akan tetapi, mayoritas lembaga survei menyatakan elektabilitas Puan masih tergolong kecil.

Survei & Polling Indonesia (SPIN) menyatakan elektabilitas Puan sebesar 2,3 persen per September lalu. Survei Indikator Politik Indonesia menyebut elektabilitas Puan hanya 0,4 persen pada Agustus lalu.

"Mbak Puan trennya turun, ini juga menarik. Padahal, survei dilakukan setelah polemik baliho dan spanduk dipasang di mana-mana," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi pada 25 Agustus lalu.




Berita Lainnya

Detik-detik Brimob Dan TNI Bentrok Di Papua

29/11/2021 15:00 - Indah Pratiwi

MK: UU Cipta Kerja Harus Direvisi!

25/11/2021 14:40 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA