Sunday, 17 Oct 2021
Temukan Kami di :
News

MUI soal Hasil Sidang Pria Bandung Ngaku Nabi : Jelas Ajaran Itu Membawa Kesesatan!

Aisyah Isyana - 08/10/2021 11:35 Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat telahj rampung menggelar sidang soal pria Bandung pimpinan Pusdiklat Dai yang mengaku sebagai nabi ke-28. MUI menegaskan jika ajaran pria bernisial R itu telah membawa kesesatan.

"Jelas ajaran dia itu membawa kesesatan," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar kepada waratawan, Jumat (8/10/2021).

Dari penelaahan MUI Jabar, R disebut tak mengaku jika dirinya rasul. MUI lantas menelusuri soal metode pembelajaran R. "Jadi dia memang tidak mengaku jadi rasul, tapi kita tidak cukup hanya dengan pengakuan dia, kita telusuri metode pengajaran dia," jelas Rafani.

Baca juga : 

Rafani menyebut ajaran dari pimpinan Pusdiklat Dai itu telah mengarah kepada penggiringan. Dimana hal itu kemudian membuat para jemaahnya menyatakan jika R ini sebagai rasul.

"Justru dalam metode pengajaran dia kepada para jamaahnya terjadi penggiringan, opini supaya jamaah lain pun menyatakan dirinya rosul, dan itu terjadi kepada beberapa jamaahnya," jelasnya.

"Dia tidak melarang. Ketika kita desak, dia hanya mengatakan 'itu kan orang lain yang menyebut rasul'. Iya tapi kan digiring oleh dia dan dia tidak bisa menolak," tambah Rafani menjelaskan.

Tak hanya menggiring opini, Rafani menyebut R juga memilki pemahaman agama yang tak sesuai kaidah yang benar, terlebih soal penafsiran Al Qur'an. Rafani menyebut R mahami Quran seenaknya sendiri.

"Jadi, dia itu memahami agama, tidak sesuai dengan kaidah yang benar, memahami Quran seenaknya dia sendiri, menafsirkan Quran itukan tidak sembarangan," katanya.

Tak hanya itu, R juga disebut melakukan pengkafiran terhadap pihak-pihak yang tak ikut dalam jemaahnya. Selain itu, tata cara ibadahnya juga berbeda, dimana terdapat perbedaan pada jam salatnya.

"Pengkafiran kepada pihak lain juga terjadi, orang-orang yang tidak ikut jamaahnya mereka itu kafir, katanya. Kemudian tata cara ibadahnya juga berbeda, salat Isya dimulainya jam 10 malam," ujar Rafani.

Sekedar diketahui, pimpinan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dai di Kota Bandung berinsial R, diamankan polisi usai ramai disebut mengaku sebagai rasul. Sebelumnya, sejumlah warga juga sempat menggerebek tempat Pusdiklat Dai yang berlokasi di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Rabu (23/6) malam.

Penggerebekan itu dilakukan warga lantaran pimpinan yayasan pendidikan agama itu diduga telah menerapkan ajaran sesat. Adapun aksi penggerebekan yang dilakukan warga juga terekam dalam sebuah video viral berdurasi 9 detik yang diunggah akun Instagram @dapat_ccan.

Adanya penggerebekan itu juga dibenarkan Camat Buahbatu Edi Juhendi. Dia menyebut pihak kepolisian dan MUI tingkat kecamatan telah menggelar pertemuan. Meski belum keluar fatwa secara resmi, Edi menyebut jika MUI menyatakan lembaga yang dipimpin pria itu diduga kuat telah mengajarkan aliran sesat.

"Fatwanya belum. Jadi kemarin hasil pertemuan, ya sesat," kata Edi saat dimintai konfirmasi via sambungan telepon, Kamis (24/6).

Lebih lanjut, Edi menyebut MUI menilai jika lembagai Pusdiklat Dai itu sesat dan telah menyimpang dari ajaran Islam, lantaran pemimpinnya mengaku sebagai rasul. Tak hanya itu, indikator lainnya dapat dilihat dari perbedaan pelaksanaan ibadah yang dilakukan kelompok lembaga itu, namun Edi tak menjelaskan rinci soal perbedaan tersebut.

"Kemarin kita sudah berkumpul juga dengan MUI kecamatan, ya pada prinsipnya boleh dikatakan menyimpang katanya. Salah satu indikatornya, dia mengaku rasul, pimpinan yayasan itu," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA