Tuesday, 30 Nov 2021
Temukan Kami di :
News

Puji Jokowi Jenius, Profesor Singapura : Dia Menetapkan Standar Pemerintahan Baru

Dia telah menetapkan standar pemerintahan baru yang seharusnya membuat iri negara-negara demokrasi besar lainnya

Aisyah Isyana - 07/10/2021 17:00

Beritacenter.COM - Dalam sebuah tulisan berjudul 'The Genius of Jokowi', seorang Profesor yang juga peneliti di National University of Singapore, Kishore Mahbubani, memuji Presiden RI, Joko Widodo, sebagai sosok pemimpin yang jenius dan paling efektif di dunia.

Kishore Mahbubani menyoroti kejeniusan Jokowi dalam tulisannya yang tayang pada 6 Oktober 2021, di Project Syndicate, yang merupakan sebuah media nirlaba yang fokus pada isu-isu internasional. Dia menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang layak mendapat pengakuan, dan model pemerintahannya juga dapat dipelajari oleh dunia.

"Pada saat bahkan beberapa negara demokrasi kaya memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Indonesia Joko Widodo layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas. 'Jokowi' memberikan model pemerintahan yang baik yang dapat dipelajari oleh seluruh dunia," ujar Kishore Mahbubani dalam tulisannya itu.

Dia juga menyebut Jokowi sebagai sosok yang dapat menjembatani kesenjangan politik di Indonesia. Kishore juga membadingkan keberhasilan Jokowi dengan Joe Biden yang masih belum bisa mengatasi perpecahan, meski hampir setahun memenangi Pilres AS 2020.

"Sebagai permulaan, Jokowi telah menjembatani kesenjangan politik Indonesia. Hampir satu tahun setelah Joe Biden memenangi pemilihan Presiden AS 2020, 78 persen dari Partai Republik masih tidak percaya dia terpilih secara sah. Biden menjabat sebagai senator AS selama 36 tahun, tetapi dia tidak dapat menyembuhkan perpecahan partisan Amerika. Sebaliknya, capres dan cawapres yang dikalahkan Jokowi dalam pemilihannya kembali 2019--Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno--kini menjabat di kabinetnya (masing-masing sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata)," tulisnya.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti cara Jokowi yang dapat menyatukan negaranya secara politik, dengan membalikkan momentum pertumbuhan partai paling islamis, dengan menjadi inklusif.

"Jokowi telah menyatukan kembali negaranya secara politik. Seperti yang dia katakan kepada saya dalam sebuah wawancara baru-baru ini, 'Pilar ketiga ideologi Indonesia, Pancasila, menekankan persatuan dalam keragaman'. Untuk itu, pembangunan koalisinya yang terampil menyebabkan disahkannya omnibus law tahun lalu, yang bertujuan untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya.

Lebih lanjut, Kishore juga menyebut Jokowi telah menetapkan standar baru dalam pemerintahan Indonesia. Menurutnya, hal inilah yang akan membuat negara demokrasi lainnya menjadi iri.

"Dia telah menetapkan standar pemerintahan baru yang seharusnya membuat iri negara-negara demokrasi besar lainnya," ungkapnya.




Berita Lainnya

UPDATE Cuaca di Jakarta 29 November 2021

29/11/2021 07:00 - Rachman Riv
Kemukakan Pendapat


BOLA