Saturday, 29 Jan 2022
Temukan Kami di :
Politik

Ini Kata Peneliti soal Peluang Ridwan Kamil Melenggang ke Pilpres 2024 Bersama PAN

Aisyah Isyana - 07/10/2021 13:30

Beritacenter.COM - Belakangan ini, kedekatan antara Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, ramai jadi sorotan. Setelah sempat bertukar hadiah di Bali, Ketum PAN Zulkifli Hasan juga mengaku kepincut dengan pria yang karib disapa Kang Emil ini.

Berbagai spekulasi terkait Kang Emil yang disebut akan dijadikan PAN sebagai kendaraan untuk melenggang ke arena Pilpres 2024 pun bermunculan. Menanggapi hal itu, Peneliti pada Magnum Opus Research & Political Consulting Iman Soleh menyebut terlalu riskan bagi Kang Emil untuk maju ke bursa Pilpres jika dari PAN.

"Kalau bicara siapa yang diuntungkan, PAN merasa beruntung dengan hadirnya kang Emil di beberapa acara itu kan dibawa Bima Arya yang kebetulan figurnya mewakili PAN. PAN sedang mengalami konflik internal elitnya berseteru dengan pak Amin Rais. PAN juga baru bergabung dengan koalisi pemerintah jadi bisa dikatakan PAN agak terlambat dalam mencari keuntungan secara politik," ujar Iman saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Iman menyebut PAN justru akan mendapat keuntungan dengan adanya kehadiran Kang Emil, dimana hal itu dapat meningkatkan popularitas PAN. Terlebih, PAN juga sangat memerlukan tokoh yang moncer secara nasional guna meningkatkan elektabilitas.

"Dalam suatu acara beliau katakan siap Pilpres, tapi beliau tidak mengatakan berangkat dari PAN untu dicalonkan ke RI 1. Kalau Kang Emil berpikir strategis berangkat dari PAN untuk RI 1 saya pikir terlalu riskan bagi Kang Emil untuk ambil keputusan itu," ujarnya.

"Kenapa? PAN sedang menghadapi konflik internal. Elektabilitas juga PAN kritis. Sehingga kalau pilih kenapa harus di PAan. Kenapa tidak di partai yang elektabilitasnya lebih tinggi, andai kalau bersama PAN tentu harus mencari partai lain untuk mendongkrak lebih tinggi," ucapnya.

Tak hanya itu, Iman juga menyoroti elektabilitas Kang Emil yang saat ini masih belum stabil di lembaga-lembaga survei. Dimana sosok Kang Emil masih saling sali dengan Menparekraf Sandiaga Uno, dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Sangat berbeda dengan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo atau Prabowo yang stabil di posisi top.

"Ini waktu semakin bergulir belum ada elektabilitas yang settle. Selama ini Prabowo, Ganjar, Anies kadang kang Emil muncul kadang enggak (di posisi atas). Kalau misal Kang Emil ambil alternatif dengan partai yang lebih besar, kemungkinan akan menjadi alternatif karena partai tersebut sudah memiliki tokoh," ujar Iman.




Berita Lainnya

KPU: Capres Gagal di 2024 Bisa Maju Pilkada

26/01/2022 11:34 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA