Friday, 21 Jan 2022
Temukan Kami di :
News

Densus 88 Polri Turun Tangan Selidiki Dugaan 59 Warga Garut Dibaiat Masuk NII

Aisyah Isyana - 07/10/2021 12:35

Beritacenter.COM - Tim Densus 88 Antiteror Polri melakukan penyelidikan terkait dugaan pembaiatan yang disebut dilakukan Negara Islam Indonesia (NII). Dimana aliran sesat NII ini disebut membaiat warga Garut, Jawa Barat, dan mendoktrin mereka dengan menyebut pemerintah RI thogut.

"Iya (dilakukan penyelidikan), tentu saja. Kami sedang mengumpulkan informasi yang lengkap tentang hal ini," ujar Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar saat dihubungi, Kamis (7/10/2021).

Aswin menyebut pihaknya berupaya mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi kepada puluhan masyarkaat yang mengaku dibaiat NII di Garut. Untuk itu, Aswin juga menyebut pihak Densus telah berkoordinasi dengan pihak terkait guna melakukan pencegahan.

"Iya, tim Densus 88 sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sekedar diketahui, sejumlah warga Garut sebelumnya mengaku telah dibaiat masuk aliran sesat NII. Mereka bahkan juga didoktrin untuk menyebut pemerintahan RI thogut. Puluhan warga yang dibaiat masuk NII itu merupakan warga Kecamatan Garut Kota, Garut. Mereka mengaku telah didoktrin oleh sesorang ke aparat pemerintahan setempat .

Dikatakan Lurah Sukamentri Suherman, sebagaimana pengakuan dari sejumlah anak yang mengaku telah dibaiat NII, disebutkan jika mereka didoktrin untuk menganggap pemerintah RI thogut.

"Ajarannya yang diterima ya... menganggap negara ini thogut," ujar Suherman kepada wartawan, Rabu (6/10).

Lebih lanjut, Suherman menyebut terungkapnya informasi terkait puluhan warga dibaiat masuk NII ini terjadi usai salah seorang anak mengaku kepada orangtuanya. Remaja laki-laki itu mengaku telah dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang.

Mendapat informasi itu, Suherman menyebut pihaknya langsung melakukan pendataan. Dari situ, diketahui ada sebanyak 59 orang yang didominasi remaja telah mengaku dibaiat masuk NII.

"Ada 59 kalau didata. Ada orang tua, ada anak-anak," katanya.




Berita Lainnya

Lurah Kelurahan Gelora Positif Covid -19

20/01/2022 20:25 - Rahman Hasibuan
Kemukakan Pendapat


BOLA