Monday, 27 Sep 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Presiden Jokowi Teken Perpres Nomor 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren

Lukman Salasi - 15/09/2021 13:00

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Perpres Nomor 82 Tahun 2021 itu diteken Presiden Jokowi pada 2 September 2021 seperti kami lihat, Rabu (15/9/2021). Perpres ini selain mengatur pendanaan pesantren juga mengatur soal dana abadi pesantren.

Pada Pasal 3 dijelaskan bahwa pendanaan penyelenggaraan pesantren dikelola untuk pengembangan fungsi pesantren meliputi fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Pada pasal 4 dalam Perpres tersebut dijelaskan mengenai sumber pendanaan penyelenggaraan pesantren.

Pasal 4

Pendanaan penyelenggaraan Pesantren bersumber dari:
a. Masyarakat;
b. Pemerintah Pusat;
c. Pemerintah Daerah;
d. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat; dan
e. Dana Abadi Pesantren.

Pasal 5

Pendanaan penyelenggaraan Pesantren dapat berupa:
a. uang;
b. barang; dan/atau
c. jasa.

Khusus untuk dana abadi pesantren diatur di Pasal 23, sebagai berikut:

Dana Abadi Pesantren

Pasal 23

(1) Pemerintah menyediakan dan mengelola Dana Abadi Pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

(2) Dana Abadi Pesantren bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan Pesantren bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban antargenerasi.

(3) Pemanfaatan Dana Abadi Pesantren sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan berdasarkan prioritas dari hasil pengembangan dana abadi pendidikan.

(4) Pemanfaatan Dana Abadi Pesantren sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digunakan untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan Pesantren.

Pasal 24

Mekanisme pemanfaatan dana abadi pesantren sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA