Monday, 27 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

Pemkot Tangsel Izinkan Bioskop di Wilayahnya Buka, Asalkan...

Baharuddin Kamal - 15/09/2021 11:00 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengizinkan bioskop di wilayahnya beroprasi saat masa perpanjangan PPKM Level 3 hingga (20/9) mendatang. Asalkan, pelaku usaha mematuhi persyaratan operasional di masa pandemi Covid-19.

Izin operasi bioskop tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Tangsel Nomor 443/3224 tentang Perpanjangan PPKM dalam Rangka Pencegahan Covid-19 di Tangsel.

"Bioskop dapat beroperasi dengan ketentuan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi terhadap semua pengunjung dan pegawai, kapasitas maksimal 50 persen dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam PeduliLindungi yang boleh masuk," jelas Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Rabu (15/9/2021).

Meski diizinkan beroprasi, Benyamin meminta kepada pengelola serta pengunjung agar menaati aturan yang berlaku pada masa pandemi Covid-19 ini. Dalam aturan itu, Pemkot Tangsel melarang pengelola dan tamu pengunjung mengajak anak usia 12 tahun ke bawah ke dalam ruang pertunjukan bioskop.

"Jangan makan dan minum atau menjual makanan dan minuman dalam area bioskop, sesuai aturan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan," jelas dia.

Dia menyebutkan, daftar perusahaan atau bioskop yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Tangsel Agus Heru menjelaskan, dari 9 sarana bioskop yang ada di Tangsel, baru satu bioskop di WTC Mal Serpong yang mengajukan syarat pembukaan bioskop. "Dari 9 bioskop yang ada di Tangsel, baru satu itu Cinemapolis WTC BSD. Saya pikir hari ini yang lainnya juga akan mengajukan permohonan pembukaan itu," ucapnya.

Dia menerangkan, syarat bagi pengusaha bioskop dalam mengoperasikan kembali usahanya tersebut cukup mudah. Mereka cukup membuat surat dan melampirkan fotokopi scan barcode aplikasi PeduliLindungi, serta melengkapi sarana prasarana protokol kesehatan.

"Teknis mengajukan surat pembukaan dilengkapi dengan fotokopi aplikasi barcode peduli lindungi dan sarana prasarana prokes sesuai aturan dan ketentuan yang waktu itu pernah kita simulasikan. Kata kuncinya, kalau itu sudah ada saat kita cek, dia bisa buka," terangnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA