Monday, 20 Sep 2021
Temukan Kami di :
Opini

Pandemi dan kemiskinan

Indah Pratiwi - 14/09/2021 22:20 Ditulis Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Korban kematian akibat Pandemi tidak sebesar angka kematian akibat kecelakaan. Tetapi angka kemiskinan akibat kebijakan adanya pandemi itu sangat dahsyat. Miskin yang dimaksud adalah mereka yang punya pengeluaran kurang dari setengah juta rupiah per bulan. Kalau diatas itu , engga dianggap orang miskin. Seperti driver Ojol, Buruh dll yang punya penghasilan diatas setenga juta sebulan tidak dianggap miskin.


Nah, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 mencapai 27,54 juta orang. Jumlah ini hanya menurun tipis 0,01 juta orang dibanding September 2020. Namun, jika dibandingkan pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin naik 1,12 juta orang.


Tetapi diantara lautan kemiskinan itu, kita juga patut bersyukur karena orang kaya di Indonesia tidak berkurang. Bahkan kekayaan mereka bertambah. Melansir data dari lembaga keuangan Credit Suisse tahun 2020, jumlah penduduk dengan kekayaan bersih 1 juta dollar AS atau lebih melonjak 61,69 persen year on year (yoy) dari jumlah pada tahun 2019. Yang kekayaan tercatat lebih dari 100 juta dollar AS naik 22,29 persen. Keren ya.


Peningkatan kekayaan pengusaha itu juga seiring dengan meningkatnya harta Menteri dan anggota DPR. Data analisa KPK, ternyata 22 menteri ( 56% dari 38 Menteri ) kekayaannya bertambah lebih dari Rp. 1 miliar. 11 menteri bertambah kurang dari Rp. 1 miliar dan hanya 1 orang yang kekayaannya turun.


Sementara 259 ( 45% dari total anggota DPR ) kekayan anggota DPR meningkat lebih dari Rp. 1 miliar. . 218 anggota DPR hartanya bertambah kurang dari Rp 1 miliar. Yang kekayaannya berkurang hanya 63 anggota DPR. Gubernur dan Bupati, walikota, anggota DPRD hartanya juga meningkat sama dengan penjabat tingkat pusat.


Berkaca dari data tersebut adalah, Pandemi ini memang tidak semua membuat orang terpuruk. Yang terpuruk memang sudah blangsat dari sononya. Yang beduit tetap aja tajir dan bertambah tajir. Kelak Pemilu, kumpulan komunitas miskin itu akan jadi kantong suara bagi partai dan capres. Sementara dana kampanye berasal dari orang kaya yang semakin kaya. Begitulah drama kehidupan rakyat jelantah dalam teater kolosal berjudul “ Pandemi COVID-19”




Berita Lainnya

'Mural dan Poster' vs Polri

20/09/2021 00:38 - Anas Baidowi

Satgas BLBI mau Kemana

18/09/2021 12:45 - Indah Pratiwi

Kesederhanaan Gibran

18/09/2021 11:35 - Indah Pratiwi

Anies Merajut Jubah Kekuasaan

17/09/2021 18:00 - Indah Pratiwi

Novel Dicuekin Jokowi, Jangan Apa-Apa Presiden

17/09/2021 17:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA