Monday, 20 Sep 2021
Temukan Kami di :
Internasional

PBB Minta Dialog dengan Taliban Dipertahankan, Cegah Penderitaan-Jutaan Kematian

Tugas kita adalah memperluas solidaritas kita bagi orang-orang yang mengalami penderitaan besar, di mana jutaan dan jutaan orang berisiko mati kelaparan

Aisyah Isyana - 10/09/2021 15:35

Beritacenter.COM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres, mendesak komunitas Internasional untuk mempertahankan dialog dengan Taliban di Afghanistan. Menurutnya, dialog solidaritas untuk warga Afghanistan ini sangat penting dipertahankan, guna mencegah kejatuhan ekonomi yang berpotensi menewaskan jutaan orang.

"Kita harus mempertahankan dialog dengan Taliban, di mana kita menegaskan prinsip kita secara langsung -- sebuah dialog dengan solidaritas untuk warga Afghanistan," ujar Guterres dalam wawancara dengan AFP, Jumat (10/9/2021).

Baca juga :

"Tugas kita adalah memperluas solidaritas kita bagi orang-orang yang mengalami penderitaan besar, di mana jutaan dan jutaan orang berisiko mati kelaparan," sambungnya.

Meski tak ada jaminan hasil dialog nanti akan berakhir baik atau tidak, Guterres menegaskan jika diskusi tetap wajib dilakukan. Menurutnya, setidaknya dengan adanya diskusi dengan Taliban, akan ada kerelaan dan penerimaan untuk berbicara.

"Jika kita ingin Afghanistan tidak menjadi pusat terorisme, jika kita ingin wanita dan perempuan tidak kehilangan semua hak yang didapatkan selama periode sebelumnya, jika kita ingin kelompok etnis berbeda untuk merasa terwakili," ucapnya.

"Hingga sekarang, dalam diskusi yang kita lakukan, setidaknya ada penerimaan untuk berbicara," imbuh Guterres, yang tidak mengesampingkan untuk pergi ke Afghanistan suatu saat nanti jika kondisinya memungkinkan.

Guterres menyebut PBB sangat berharqap Afghanistan memiliki pemerintah inklusif yang dapat mewakili seluruh elemen masyarkatnya. Hanya saja, dia menyebut pemeritnah pendahulu pertama yang diumumkan beberapa hari lalu sama sejaku tak memberi kesan itu.

"Kita perlu menghormati hak asasi manusia, wanita dan perempuan. Terorisme tidak boleh memiliki basis di Afghanistan untuk meluncurkan operasi di negara lainnya dan Taliban harus bekerja sama dalam perjuangan melawan narkoba," cetusnya.

Lebih lanjut, Guterres mendesak agar Afghanistan dpaat dipimpin dalam perdamaian dan stabilitas dengan hak-hak rakyat yang harus dihormati. Dia juga menyoroti Taliban yang ingin mendapat pengakuan dan dukungan finansial serta pencabutan sanksi-sanksi.

"Ini memberikan pengaruh tertentu kepada komunitas internasional," sebutnya, sembari mengingatkan bahwa 'situasi ekonomi kolaps yang bisa memicu konsekuensi kemanusiaan mengerikan' harus dihindari'.

"Itu dalam kepentingan komunitas internasional dan saya tidak bicara soal pencabutan sanksi atau pengakuan. Saya bicara soal langkah terarah untuk memampukan perekonomian Afghanistan untuk bernapas," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA