Monday, 27 Sep 2021
Temukan Kami di :
Teknologi

Keren, Aplikasi Cari Kos-Kontrakan 'Mamikos', Jaring 6 Juta Anak Kos Setiap Bulannya

Aisyah Isyana - 07/09/2021 18:57

Beritacenter.COM - Aplikasi yang mengurusi pencarian kos-kosan dan kontrakan di Indonesia, yakni Mamikos, saat ini telah memiliki 6 juta anak kost setiap bulannya. Aplikasi ini juga sudah digunakan oleh 150 ribu lebih pemilik kos dari sejumlah daerah.

Hanya saja, masa-masa pandemi COVID-19 saat ini membawa tantangan yang lebih kompleks. Pasalnya, para pengguna jasa Mamikos biasanya merupakan pekerja dan mahasiswa. Meski ada penurunan, Mamikos punya cara untuk mengatasi hal tersebut.

Baca juga :

"Sebenarnya, bukan benar-benar tidak ada market, kami ada demand cukup besar tetapi beda karakter dan tren. Pemilik kos yang kemudian sudah confident dengan market mereka sekarang jadi ikut bergabung," ujar Co-Founder dan CEO Mamikos, Maria Regina Anggit, di sela acara 'Mengoptimalkan Kontribusi Startup Sebagai Enabler Digitalisasi UMKM/Bisnis Rumahan Melalui Pendayagunaan Cloud' dari Amazon Web Services, Selasa (7/9/2021).

Dalam hal ini, Mamikos memanfaatkan layanan dari Amazon Web Services untuk membantu melakukan pengamatan dan perubahan pola yang terjadi. Dengan begitu, Mamikos dapat memberikan solusi nyata untuk para pemilik dan pengusaha kos-kosan.

"Ini membantu kami capture data pengguna sehingga menganalisa data tersebut. Dan tiap daerah berbeda, estimation rate saja berbeda sehingga kebijakan juga berpengaruh juga terhadap permintaan kosan. Kami melakukan eksplorasi di kapabilitas analitis," jelas Anggit.

Sebut contoh, saat sistem melihat adanya overload pada permintaan kosan pria, sementara permintaan kosan wanita lebih sepi. Data merket itu kemudian dapat ditransfer sehingga para pemilik kosan dapat menyesuaikannya. Hal itu dilakukan dengan mengalihkan sebagian kamar untuk kebutuhan berbeda, menjadi kamar kosan pria atau kamar kosan pasutri.

"Yang kami lakukan, kami bantu pengelolaan. Rekomendasi ketika ngekos bagaimana dapat return-nya, kira-kira berapa per tahunnya, jadi supaya untung," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA