Monday, 20 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

WHO Soroti Kenaikan Kasus COVID-19 Global, Meningkat 80% Akibat Varian Delta

Dirjen WHO bahkan menyampaikan bahwa dalam 4 minggu terakhir atau 1 bulan terakhir kenaikan kasus global meningkat 80% akibat varian Delta

Aisyah Isyana - 01/08/2021 15:36

Beritacenter.COM - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi sebagaimana data WHO, melaporkan adanya kenaikan kasus COVID-19 sebanyak 9 persen secara global. WHO menyebut kasus COVID-19 dunia meningkat 80 persen akibat penyebaran virus Corona varian Delta.

"Selama seminggu terakhir dunia masih menghadapi kenaikan kasus global sebanyak 9% pada tanggal 30 Juli 2021. Dirjen WHO bahkan menyampaikan bahwa dalam 4 minggu terakhir atau 1 bulan terakhir kenaikan kasus global meningkat 80% akibat varian Delta," kata Retno dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Setpres, Minggu (1/8/2021).

"Banyak negara, khususnya di kawasan Asia Tenggara, mengalami kenaikan yang cukup signifikan," tambahnya.

Baca juga :

Guna menekan penyebaran virus Corona khususnya varian Delta, Menlu Retno menyoroti pentingnya kerja keras semua pihak. Dengan begitu, tren penurunan kasus COVID-19 dapat terus terjadi hingga RI terbebas dari pandemi.

"Kerja keras bersama penting untuk dilanjutkan agar tren penurunan ini terus terjadi di Indonesia," kata Retno.

Selain itu, Retno juga menyebut angka kematian dunia akibat virus Corona juga mengalami peningkatan. Pantauan pada periode 19-25 Juli 2021, angka kematian akibat Corona meningkat 21 persen dibanding minggu sebelumnya.

"Angka kematian dunia juga mengalami kenaikan sebesar 10% dibanding minggu lalu. Pada periode 19-25 Juli 2021, WHO juga mencatat jumlah kematian sebesar 69.000 orang atau naik 21% dibanding minggu sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, Menlu Retno juga menyinggung soal adanya kesenjangan vaksinasi di tingkat global yang juga masih lebar. Dimana jumlah dosis yang telah disuntikkan, berbanding dengan populasi dibeberapa negara di benua di Eropa, Amerika, Afrika hingga Asia.

"Kesenjangan vaksinasi di tingkat global yang masih lebar minggu ini jumlah dosis yang telah disuntikkan berbanding dengan populasi di kawasan Eropa adalah sebesar 84,9%. Sementara di kawasan Amerika Utara sebesar 82,5%, kawasan Afrika baru 4,6% dan kawasan ASEAN mencapai 21,7%," ungkap Retno.

Untuk wilayah Indonesia saja, vaksinasi COVID-19 baru mencapai angka 24,49 persen dari total populasi yang ada. Kedepannya, Retno memastikan percepatan vaksinasi di Indonesia agak terus dilakukan guna menekan penyebaran COVID-19.

"Untuk Indonesia sendiri untuk saat ini Indonesia telah menyuntikkan lebih dari 67 juta vaksin COVID-19, tepatnya 67.761.337 dosis atau sekitar 24,49 persen dari total populasi," jelasnya.

"Insyaallah dengan terus berdatangannya vaksin dari berbagai sumber ke Indonesia kita dapat mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat Indonesia yang pada akhirnya diharapkan dapat menekan penyebaran virus COVID-19 dan menekan angka hospitalisasi dan kematian," pungkasnya.




Berita Lainnya

Sanksi Bagi PNS Yang Nekat Poligami

19/09/2021 12:52 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA