Tuesday, 21 Sep 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Jual Hasil Tes PCR Palsu, ASN di Sulut Diringkus Polisi

Baharuddin Kamal - 29/07/2021 20:24 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Utara (Sulut) lantaran menyediakan jasa hasil swab PCR COVID-19 palsu. Pelaku berinisial HES (41) diketahui telah lima kali membuat dokumen palsu.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast menerangkan, kasus ini terungkap di Pelabuhan Bitung pada Sabtu (24/7/2021) malam.

"Bermula dari laporan Petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung tentang adanya penggunaan surat hasil swab PCR palsu," ujarnya, Kamis (29/7).

Jules mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan pada Minggu (25/7), dan mendapat informasi bahwa salah satu pengguna hasil swab PCR palsu berdomisili di Amurang Minahasa Selatan.

"Tim Satreskrim kemudian ke Amurang dan menginterogasi pengguna hasil swab PCR palsu tersebut. Dan diperoleh info bahwa perantara pembuatan hasil swab PCR palsu beralamat di Mapanget Manado," pungkasnya.

Polisi kemudia menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa printer yang digunakan pelaku untuk mencetak hasil swab PCR palsu. "Tim lalu menuju rumah pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu buah laptop, satu buah printer, satu buah flash disk, dan satu hasil swab PCR palsu, serta satu asli," jelasnya.

Setelah diinterogasi lebih dalam, pelaku mengaku sudahlima kali beroperasi. Tarif yang ditetapkan untuk 1 dokumen hasil swab PCR palsu bervariasi.

"Pelaku memasang tarif setiap pembuatan hasil swab PCR palsu ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta. Dan pelaku mengaku telah membuat hasil swab PCR palsu ini kurang lebih lima kali," kata Jules.

Untuk meyakinkan pemesan, pelaku juga meminta e-KTP, hasil swab antigen serta surat keterangan perjalanan dari desa/kelurahan. Diketahui, pelaku menunggu siapapun yang memerlukan 'jasanya'.

Pelaku telah memiliki format file dokumen hasil swab PCR palsu yang tersimpan di laptop. "Jika ada yang memesan, pelaku lalu mengubah identitas yang ada dalam format tersebut dengan identitas pemesan atau pengguna. Termasuk mengubah tanggal sesuai penggunaannya," jelasnya.

 




Berita Lainnya

Ustaz Sedang Ceramah Diserang OTK di Batam

20/09/2021 17:21 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA