Monday, 20 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

TNI AU Minta Maaf soal Viral Oknum Anggota Injak Kepala Warga di Merauke

Aisyah Isyana - 27/07/2021 20:30

Beritacenter.COM - Sebuah video yang menampakkan seorang pria diamankan anggota TNI AU di Merauke, Papua, viral mendapat sorotan warganet di media sosial. Pasalnya, tampak seorang anggota TNI AU sempat menginjak kepala pria yang tengah diamankan.

Sebagaimana dilihat dalam video berdurasi 1 menit 21 detik itu, tampak seorang pria berkaos hitam bercelana pendek motif loreng tengah marah-marah. Dia bahkan sampai membuka kaosnya. Selanjutnya, pria bertopi yang berdiri didepan pria marah-marah itu berupaya mencoba menahannya agar tidak membuat keributan.

Baca juga :

Tak beberapa lama, ada dua orang personel TNI AU yang mendatangi lokasi. Petugas TNI AU itu langsung menanyakan penyebab keributan tersebut. Personel TNI itu kemudian membawa pria itu menjauh dari lokasi keributan ke trotoar jalan.

Selanjutnya, pria marah itu dibuat tengkurap diatas trotoar oleh personel TNI. Saat itu, salah satu personel tampak menindih punggung dan memegang tangan pria marah itu. Sementara personel TNI satunya tampak menginjak kepala pria tersebut.

Menanggapi adanya insiden itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menyebut menghaturkan permohonan maaf. Dia sangat menyayangkan adanya kejadian itu.

"Menyikapi insiden salah paham antara oknum dua anggota Pomau Lanud Merauke dan warga di sebuah warung makan, di Merauke, Senin (27/7/2021), TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf," kata Marsma Indan dalam keterangannya, Selasa (27/7/2021).

Menurutnya, kejadian itu bermula dari adanya keributan di lokasi. Kemudian dua anggota TNI AU yang ada dilokasi berupaya untuk melerai keributan yang terjadi.

"Insiden yang diawali oleh keributan seorang warga yang diduga mabuk dengan pemilik warung, dan melibatkan dua anggota Pomau yang bermaksud melerai, kini dalam penanganan petugas Lanud Merauke," ujar dia.

Lebih lanjut, Marsma Indan menyebut kedua okunm itu merupakan anggota Pamau Lanud Merauke. Saat ini, keduanya ditahan dan dalam pengawasan pengawasan Komandan Lanud Merauke.

"Proses penyidikan sedang dilakukan oleh Pomau Lanud Merauke. TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya," tegasnya.




Berita Lainnya

Sanksi Bagi PNS Yang Nekat Poligami

19/09/2021 12:52 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA