Monday, 20 Sep 2021
Temukan Kami di :
Politik

MANTUL...! Akun El Digeeembok Membongkar Buzzer Busuk Demokrat Yang Serang Pemerintahan

Indah Pratiwi Budi - 27/07/2021 17:00

(Operasi Bharatayudha!!) Saat El Digeeembok Membongkar Buzzer Demokrat, dan Strateginya

El digembok adalah suatu fenomena menarik dalam dunia perpolitikan tanah air. Akun anonim ini seringkali mendapatkan informasi-informasi rahasia yang tidak banyak diketahui orang dan dibagikan lewat media sosial. Seringkali akun ini membongkar kelakuan politisi-politisi tanah air beserta rahasia dan sepak terjangnya.

Kali ini beliau melakukan investigasi terhadap partai Demokrat. Sepanjang penulis mengikuti akunnya, baru kali ini beliau meminta agar pembahasannya kali ini disebarkan dan menjadi trending topik di Twitter, yang bisa berarti bahwa informasi ini baginya adalah hal penting yang harus diketahui publik.

Partai Demokrat disebut-sebut melakukan operasi politik yang dinamakan bharatayudha dengan kode sandi Romeo. Operasi ini disebut-sebut sebagai serangan black Champaign pihak Cikeas ke istana atau dalam arti lain serangan yang ditujukan kepada pemerintah.

Latar belakang dari operasi yang disebut akal-akalan Cikeas untuk 2024 ini, diawali sadarnya Demokrat akan kekuatan partai yang tidak terlalu besar di parlemen. AHY lalu menyusun sejumlah siasat dengan tujuan agar partai memiliki daya tawar dengan pihak kekuasaan agar langkahnya menjadi capres di 2024 berjalan mulus.

Langkah-langkah Demokrat yang akan dilakukan dan dijelaskan oleh digembok ada 6 hal, berikut langkah-langkah tersebut :

Pertama Demokrat akan berusaha supaya aturan presidential Threshold dirubah menjadi 0%. Hal ini karena Demokrat takut jika ditinggal sendirian tanpa koalisi seperti pilpres 2019.

Kedua Demokrat akan berusaha seolah-oleh sebagai pihak yang menolak RUU cipta kerja dihadapan masyarakat. Kejadian ini kita kenal dengan insiden Puan Maharani yang mematikan mic saat pembahasan sudah memasuki tahap akhir. Demokrat di situ melakukan drama dan terlihat begitu ngotot berbicara padahal pembahasan sudah berlangsung lama, dimana Demokrat sebelumnya tidak ada upaya mendesak pencabutan.

Ketiga adalah bagaimana caranya agar pilkada dan pilpres tidak serentak dilaksanakan pada 2024. Ini agar Demokrat bisa membangun popularitas dan elektabilitas di daerah sehingga lebih siap saat Pilpres 2024. Strategi memperpanjang permainan ini sudah lazim dalam dunia politik.

Keempat adalah menghembuskan pesimisme soal covid-19. Demokrat seringkali menghujat pemerintah terkait penanganan covid. Jika hal memang dilakukan Demokrat, maka penulis cuma bisa geleng-geleng kepala karena ditengah penderitaan masyarakat Demokrat malah bermain politik.

Kelima adalah menyerang istana lewat aksi FPI dan 212. FPI memang sudah bubar, tapi suara simpatisan mereka masih bisa digunakan untuk suara di pileg dan pilpres. Maka jangan kaget jika nanti Demokrat membela yang dilakukan FPI dan ormas radikal lainnya. Khusus HTI, Demokrat tampaknya bersama PKS akan menolak RUU pencabutan hak pilih mantan anggota HTI.

Baca Juga : JK Kritik Pemerintah Melulu, Pegiat Media Sosial: Mister Kalla Kapan antum mau bantu 2 Triliun untuk rakyat yg sedang susah...

Keenam adalah yang sedang heboh saat ini yaitu soal isu kudeta. Menurut digembok, isu ini dihembuskan untuk mencari perhatian istana. AHY awalnya sengaja tidak menyebutkan nama hingga istana menanggapi. Tujuannya agar popularitas AHY meningkat.

Selain menceritakan langkah-langkah politik partai Demokrat. Digembok juga membongkar tim khusus operasi bharatayudha ini. Awal terbongkarnya adalah saat kader Demokrat Hasbil Mustaqim Lubis sekretaris DPP partai Demokrat aktif melakukan black Champaign kepada Jokowi.

Setelah ditelusuri, digembok menemukan sebuah grup yang berisi para buzzer demokrat yang mendapat pesanan dari Demokrat untuk melakukan black Champaign. Antara lain :

1. Entis Somantri sebagai koordinator

2.Hilmi Al Fauzi dan Edo Aldino sebagai admin group buzzer.

Entis Somantri ternyata adalah bagian dari tim khusus media sosial yang menjadi anggota operasi Bharatayudha pimpinan AHY dan di bawah komando Osy Dermawan.

Osy Dermawan adalah wasekjen DPP Partai Demokrat yang langsung bertanggung jawab kepada AHY. Untuk masuk ke grup mereka maka harus menggunakan sandi khusus yaitu "Romeo". Agenda utama mereka adalah merumuskan konten yang akan disebar di media sosial, termasuk konten kampanye hitam khusus untuk menyerang istana.

Selain Osy Dermawan, tim utama AHY berisi anggota-anggota sebagai berikut :

1. Entis Somantri sebagai koordinator buzzer
2. Ni Luh Putu Caosa sebagai deputi komunikasi dan media massa kogasma
3. Tomy Satriatomo sebagai tim konsultan politik AHY
4. Terakhir yaitu Yoyo Budianto sebagai deputi media sosial kogasma.

Osy yang setiap hari berkantor dan menjadi pendamping SBY adalah pembisik yang lihat. Dari kepalanya isu-isu yang akan diangkat Demokrat dilemparkan dengan mengatasnamakan SBY. Termasuk kampanye hitam yang seringkali menyerang istana.

Tim mereka juga memiliki grup khusus narasi dan konten kreator, juga group ternak akun yang menghasilkan isu yang siap disebar oleh tim buzzer. Setiap hari tim ini memberi perintah kepada influencer Demokrat terkait isu yang harus disebarkan.

Demikian hasil investigasi El digembok terhadap Demokrat, Buzzer dan strateginya. Jika benar maka artinya hampir semua partai politik memiliki buzzernya masing-masing. Penulis jadi teringat 2013 Anis Mata ketua PKS pernah berkata bahwa buzzer PKS siap berkampanye di media sosial.

Jadi kalau ada partai yang teriak-teriak tertibkan buzzer seperti saat kasus Permadi Arya, itu dipastikan bukan berarti mereka anti buzzer. Tapi mereka sedang berusaha mematikan buzzer lawannya, agar buzzer mereka bisa leluasa menguasai media sosial. Begitulah Kura-Kura




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA