Monday, 20 Sep 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi : Jasa Surat Antigen Palsu di Merak Hanya Rp100 Ribu dengan Syarat KTP

Aisyah Isyana - 26/07/2021 18:42

Beritacenter.COM - Polisi membongkar sindikat pemalsu surat swab antigen palsu untuk syarat penyebrangan di Pelabuhan Merak, Banten. Dalam kasus ini, polisi meringkus lima orang termasuk dokter dibeberapa wilayah Cilegon, Jum'at (23/7).

Para pelaku pemalsu surat swab antigen itu baru beroperasi saat penerapan PPKM darurat dan PPKM level 3-4. Kelima tersangka yang ditangkap, yakni RF, DS, RO, YT, dan RS. Kasus ini berhasil diungkap polisi usai mendapat laporan masyarakat terkait jual-beli surat hasil rapid antigen di Pelabuhan Merak.

Baca juga : Polisi Tangkap Lima Tersangka Termasuk Dokter Pemalsu Surat Swab di Pelabuhan Merak

Sementara jasa pembuatan surat antigen palsu ini, yakni Rp100 ribu. "Jasa surat antigen ini Rp 100 ribu dengan syarat KTP," kata Direskrimum Polda Banten Kombes Ade Rahmat Idnal di Mapolda Banten, Senin (26/7/2021).

Setelah melakukan penyelidikan, polisi kemudian meringkus tersangka DS yang merupakan otak dan mencari penumpang yang membutuhkan jasa mereka. Penangkapan terhadap DS dilakukan polisi saat pelaku hendak masuk ke gerbang Pelabuhan Merak menggunakan mobil yang berisi penumpang, dimana para penumpang itu membawa surat swab antigen palsu.

Ade mengatakan, KTP penumpang itu nantinya diserahkan DS kepada dokter yang belum punya izin praktik berinisial dr RF, asal Lampung. Berbekal KTP itu RF kemudian membuat surat antigen yang nantinya akan digunakan sebagai syarat penyebrangan di pelabuhan.

Ade menyebut para pelaku telah beroperasi sejak Mei 2021 di Pelabuhan Merak. Tersangka DS berperan sebagai pencari penumpang, sementara sisanya adalah supir. Para pelaku mendapat banyak permintaan dari calon penyebran pasca penerapan PPKM darurat dan level 3-4.

"Ini omset jutaan rupiah, sehari bisa beberapa puluh surat swab antigen, yang bersangkutan dokter belum punya izin praktik dan hanya bermodal coass (co-assistant)," tutur Ade.

Kepada polisi, dr RF mengaku dapat membuat surat swab antigen palsu dari puluhan pemesan yang akan menyebrang. RF dibantu tersangka lain juga mencari kendaraan dan penumpang untuk disebrangkan ke Bakauheni.

"Saya buatkan langsung tanpa tes, per orang seratus ribu, per hari biasanya 5-10 orang," ujar RF.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA