Monday, 20 Sep 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Taktik AS Hadapi China, CIA Bakal Manfaatkan Spesialis China Untuk Melawan

Anas Baidowi - 23/07/2021 10:31

Beritacenter.COM - Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) William Burns mengatakan, bakal mengerahkan spesialis China untuk menghadapi Beijing dalam persaingan yang semakin memanas.

Burns mengaku cara itu meniru apa yang pernah dilakukan Amerika Serikat (AS) saat terlibat Perang Dingin dengan Uni Soviet di masa silam.

“Selama Perang Dingin, baik di Departemen Luar Negeri maupun di CIA, kami dengan tepat mengerahkan spesialis Soviet untuk membantu memastikan bahwa kami dapat bersaing secara efektif," papar Burns dalam sebuah wawancara hari Kamis dengan NPR, mrngutip sindonews, Jumat (23/7/2021).

"Saya pikir hal yang sama juga benar dan ini adalah salah satu hal yang saya jajaki sekarang, untuk menyebarkan spesialis China, apakah itu petugas operasi, analis, juga teknolog, untuk membuat kami lebih efektif dalam kompetisi tersebut, dalam persaingan di lapangan juga," sambung Burns.

Burns juga mengakui bahwa China adalah tantangan geopolitik tersebar bagi Amerika Serikat di abad ke-21, dan sektor teknologi adalah area persaiangan terbesar antara kedua negara.

Burns menambahkan kemampuan pengawasan teknis canggih China seperti smart cities [kota pintar] telah membuatnya tetap berada id epan dinas intelijen China dan melakukan spionase di luar negari menjadi jauh lebih rumit.

Sebagai respons, tutur Burns, CIA juga harus mengubah keahliannya sendiri.

Dalam wawancaranya, bos CIA itu juga menuduh Rusia berada di balik apa yang disebut serangan, "sindrom Havana" yang memengaruhi kesehatan para diplomat AS di Kuba. Hanya saja, tuduhan ini tiak disertai dengan paparan bukti.

"Bisa saja, tapi sejujurnya saya tidak bisa. Saya tidak ingin bersugesti sampai kita dapat menarik kesimpulan yang lebih pasti siapa itu. Tapi ada beberapa kemungkinan," kata Burns ketika ditanya apakah Rusia berada di belakang serangan "sindrom Havana".

Selama bertahun-tahun, tuduhan serupa terhadap Rusia tentang jenis serangan ini telah muncul di media Amerika dari waktu ke waktu, di mana Moskow berulang kali menyangkalnya.

Pada tahun 2017, Kementerian Luar Negeri Rusia menganggap tuduhan AS itu benar-benar tidak masuk akal dan aneh.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA