Tuesday, 27 Jul 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Pegawai BUMN Ditangkap Polisi Gegara Konten Hoax Ricuh Pasar Jagasatru Cirebon

Aisyah Isyana - 21/07/2021 14:40

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota menangkap pria berinisial ISP (31), lantaran menyebarkan hoax atau informasi bohong soal kericuhan di Pasar Jagasatru, Kota Cirebon. Pelaku diketahui sebagai karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tetangkapnya pelaku yang merupakan karyawan BUMN itu bermula karena adanya video viral terkait kericuhan di Pasar Jagasatru Kota Cirebon. Setelah ditelusuri lebih lanjut, polisi menyebut yang menyebarkan video itu adalah akun Facebook dan YouTube milik pelaku. Begitu video itu viral, polisi langsung memburu dan menangkap pelaku.

Baca juga :

"Kita amankan handphone pelaku yang digunakan untuk mengunggah video tersebut. Maksud pelaku itu meningkatkan viewer (penonton) di akun YouTube miliknya. Yang bersangkutan karyawan PT Pos Indonesia," ujar Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP I Putu Asti Hermawan Sentosa ke wartawan, Rabu (21/7/2021).

Tak hanya membuat dan mengunggah hoax soal ricuh di Pasar Jagasatru, pelaku ternyata juga mengunggah video soal jebolnya penjagaan penyekatan di Bundara Krucuk di Kota Cirebon.

"Pelaku mendapat video ricuh salah satu pasar di Aceh, kemudian diunggah agar menarik khalayak ramai bahwa video itu terjadi di Pasar Jagastru. Tentu ini berdampak pada kekhawatiran masyarakat, apalagi sedang PPKM. Akhirnya kita amankan," kata Putu Asti.

"Motif pelaku adalah untuk meningkatkan adsense dari konten yang dia miliki. Kita jerat UU Nomor 1/1946 pasal 14 tentang peraturan hukum pidana ancaman hukuman penjara sekitar 10 tahun. Tentang penyebaran berita bohong yang menyebabkan kegaduhan masyarakat," imbuhnya.

ISP telah mengakui perbuatannya dan menyesal telah mengunggah dan menyebarkan berita hoax tersebut. Dia mengaku mengunggah konten hoax itu hanya untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan jumlah pengikut dan penonton di akun YouTube-nya.

"Dapat video dari story whatsapp teman. Ia buat meningkatkan viewer. Baru menyebarkan (hoaks), konten saya soal musik," kata warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon itu.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA