Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Mendagri Minta Satpol PP Tidak Seperti Preman Saat Tegakkan PPKM

Lukman Salasi - 19/07/2021 17:47

BeritaCenter.COM – Peringatan keras diberikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP agar tidak seperti preman dalam menegakan PPKM Darurat. Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memberikan pengarahan secara langsung (briefing) kepada Kepala Satpol PP provinsi dan kab/kota seluruh Indonesia secara virtual, Senin (19/7/2021).

"Jangan samakan Satpol PP dengan preman. Ini baju saja yang keren, tapi etika dan perilaku seperti preman, tidak boleh terjadi. Satpol PP ini adalah suatu profesi yang mulia, profesi yang disegani, yang diperlukan masyarakat," kata Tito.

Dalam penegakan aturan oleh satuan polisi, termasuk Satpol PP, kata Tito, terdapat tahapan yang perlu ditempuh. Tahapan awal adalah upaya persuasif dan sosialisa. Sementara penegakan hukum dengan upaya koersif merupakan jalan terakhir..

"Ini untuk mendisiplinkan masyarakat, tapi petugas lapangan, anggota kita, agar mereka betul-betul melaksanakan tindakan dengan cara-cara yang persuasif dulu, upaya koersif itu adalah upaya terakhir, kalau memang diperlukan," jelasnya.

"Selagi bisa dilakukan langkah-langkah persuasif, sosialisasi secara masif dipatuhi, maka penegakan dengan menggunakan kewenangan, force (memaksa), itu merupakan upaya terakhir," tandasnya.

Mendagri juga menjelaskan, pemberlakuan PPKM dimaksudkan untuk keselamatan masyarakat di tengah pandemi. Salah satunya dengan membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat. Meski demikian, pihaknya tidak membenarkan adanya upaya kekerasan dalam pendisiplinan masyarakat.

"Kita tetap tegas, tapi perlu humanis, manusiawi, bahasa yang santun dan tidak menggunakan kekuatan yang berlebih-lebihan," tandasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA