Tuesday, 18 Jan 2022
Temukan Kami di :
News

Kurangi Mobilitas Warga, Ini Kata Korlantas Polri soal Jokowi Minta Penyekatan Dievaluasi

Aisyah Isyana - 18/07/2021 15:42

Beritacenter.COM - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono menanggapi soal Presiden Jokowi yang meminta agar penyekatan PPKM Darurat dievaluasi, lantaran masih tingginya mobilitas warga. Atas adanya hal itu, Istiono meminta agar perkantoran sektor esensial dan non-esensial agar mematuhi aturan PPKM darurat.

"Harusnya tidak saja mengandalkan penyekatan dengan pengetatan mobilitasnya, namun sektor esensial dan non-esensial patuh aturan. Kalau sektor hulu patuh akan sangat mengurangi beban mobilitas di jalan," ujar Istiono saat dikonfirmasi, Minggu (18/7/2021).

Selain itu, Istiono tak menampiki jika mobilitas warga ditingkat desa ataupun perkampungan memang masih tinggi. Untuk itu, dia meminta seluruh sektor dapat berperan aktif dalam mengurangi mobilitas warga.

"Oleh karena itu, peran camat, kepala desa, RT/RW serta tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas-ormas ikut berperan aktif kurangi mobilitas masyarakat. Baik dengan cara sosialisasi maupun pengetatan keluar-masuk desa, perkampungan, dan perumahan," jelas Istiono.

Menurutnya, orangtua ataupun keluarga dirumah dapat saling mengingatkan agar lebih waspada pada penyebaran COVID-19. "Semua potensi masyarakat harus berperan aktif memutus penyebaran COVID-19 melalui langkah-langkah tersebut," kata Istiono.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi yang memantau langsung aktivitas masyarakat saat penyekatan besar-besaran saat PPKM Darurat Jawa-Bali, meminta agar penyekatan dievaluasi kembali. Pasalnya, Jokowi masih melihat mobilitas warga yang cukup tinggi meski sudah dilakukan penyekatan.

"Kita telah melakukan penyekatan-penyekatan. Tapi kalau saya lihat malam, juga pagi tadi saya ke Pulogadung tadi saya lihat masih cukup ramai, tadi malam saya ke kampung juga ramai banget," kata Jokowi dalam konferensi pers, Sabtu (17/7/2021).

Selain itu, Jokowi juga menyinggung soal keramaian di Kampung, meski tak secara detail menyebut kampung mana yang di maksud. Setelah mendapati hal itu, Jokowi menilai jika penyekatan perlu mendapat evaluasi agar lebih efektif.

"Artinya, penyekatan ini mungkin perlu kita evaluasi, apakah efektif juga menurunkan kasus," ucapnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut penularan virus Corona banyak terjadi di lingkungan keluarga. "Karena ini yang terkena saat ini banyak yang di keluarga-keluarga, atau ada strategi lain yang mungkin bisa kita intervensikan ke sana," ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA