Tuesday, 21 Sep 2021
Temukan Kami di :
Internasional

China Dan AS Kembali Memanas Dipicu Pesawat Mendarat di Taiwan

Anas Baidowi - 17/07/2021 06:32

Beritacenter.COM - Hubungan China dengan Amerika Serikat (AS) kembali memanas, kali ini dipicu adanya pesawat AS mendarat di Taiwan. China marah dan meminta AS 'tidak bermain api'.

China mendapat laporan pesawat transpor militer AS mendapat di Taiwan pada pekan ini. China pun meminta provokasi berisiko itu dihentikan.

Dilansir Xinhua dan China Daily, Jumat (16/7), jubir Kementerian Pertahanan Nasional China, Kolonel Senio Wu Qian menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah China.

Dia menyatakan bahwa China memantau secara seksama situasi ini.

"Pendaratan setiap pesawat militer asing di wilayah China hanya bisa dilakukan dengan izin dari pemerintah Republik Rakyat China. Pelanggaran oleh kapal-kapal atau pesawat-pesawat asing ke dalam wilayah udara China akan memicu konsekuensi serius," tegas Wu dalam konferensi pers pada Kamis (15/7) waktu setempat.

"Kami secara serius memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak bermain api dan segera menghentikan tindakan berisiko dan provokatif, untuk tidak mengirim sinyal salah kepada kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan' dan menghindari memperburuk ketegangan di Selat Taiwan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wu juga memperingatkan Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan untuk tidak keliru menilai situasi dan tidak memicu masalah baru.

"Membuat provokasi dan mengupayakan 'kemerdekaan' dengan berkolusi dengan kekuatan asing hanya akan membawa Taiwan ke dalam situasi yang berbahaya," ucapnya.

"China harus dan pasti akan bersatu," tegas Wu.

Kementerian Pertahanan China pun 'gertak balik' kepada pihak yang berupaya memisahkan Taiwan dari negara Tirai Bambu tersebut.

"Tidak ada yang seharusnya meremehkan tekad gigih, kemauan tak tergoyahkan dan kemampuan yang tangguh dari rakyat China untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah," imbuhnya.

"Tentara Pembebasan Rakyat akan tetap waspada dan mengambil tindakan apapun yang diperlukan untuk menghancurkan setiap agenda pemisahan diri di Taiwan," tandas Wu dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa pemerintah China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, tetapi para pemimpin Taiwan berpendapat mereka memiliki kedaulatan. China telah mengingatkan bahwa Taiwan pada akhirnya nanti akan kembali bersatu dengan China, bahkan jika perlu dengan kekerasan.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA