Tuesday, 27 Jul 2021
Temukan Kami di :
Ekonomi

Usaha Sepi-Harga Jual Anjlok, Daging Ayam di Pangandaran Diobral Rp18 Ribu/Kg

Aisyah Isyana - 15/07/2021 14:52

Beritacenter.COM - Dalam beberapa hari terakhir, harga jual daging ayam di Pangandaran, Jawa Barat, terpantau lesu dan anjlok. Adapun turunnya harga jual daging ayam ini turut terimbas penerapan PPKM darurat yang telah diterapkan 10 hari lebih.

Anwar Hidayat, salah satu pengelola rumah potong dan pedagang ayam broiler di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, menyebut harga daging ayam broiler saat ini turun. Dari awal diharga Rp29 ribu/kg, harga daging ayam sempat turun dikisaran Rp15 ribu/kg.

Baca juga :

"Kemarin sempat sampai Rp 15 ribu, sekarang agak naik lagi sedikit," kata Anwar, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, anjloknya harga daging ayam turut dipengaruhi oleh penerapan PPKM darurat. Pasalnya, pengusaha restoran, hotel, warung nasi, hingga pedagang kuliner daging ayam, usahanya tengah tersendat akibat PPKM darurat.

"Langganan yang biasanya kami kirim, banyak yang libur dulu. Kan mereka juga usahanya lagi sepi, ya kami juga akhirnya ikut sepi," kata Anwar.

Sementara disisi para peternak, harus memikirkan usia ayam potong yang semakin tua, belum lagi terbebani oleh pemberian pakan ayam. Alhasil, penjual ditingkat bandar pun harus mengobral harga jual ayam ke konsumen.

"Sebelum ada pemberlakuan PPKM darurat, kami sering mengirim ayam ke luar kota, namun saat ini susah, sehingga kami jual dengan murah, asalkan ayam cepat habis. Daripada rugi besar, kan ayam harus diberi pakan, sedangkan pakan ayam kan tak sebanding dengan harga jual ayamnya," ujar Anwar.

Dalam hal ini, Anwar berharap penerapan PPKM darurat dapat menekan penyebaran COVID hingga usahanya kembali normal. "Jangan lama-lama PPKM, saya bisa bangkrut kalau terus-terusan begini. Rugi terus usahanya," kata Anwar.

Daging ayam yang dijual dengan harga obral atau murah itu juga ditawarkan melalui media sosial. Hal itu sedikitnya menarik minat masyarakat, terlebih harga ayam yang murah. Alhasil, banyak warganet menyebut ayam itu dengan ayam viral.

"Kemarin sempat lihat di Medsos daging ayam viral harganya Rp 18 ribu per kilogram, tapi sayang jauh dari rumah saya," kata Nurasiyah (39) warga Desa Pananjung Pangandaran.

Namun, saat memeriksa harga daging ayam di pasar Pangandaran, ternyata harganya masih normal. "Ternyata di pasar normal, masih Rp 30 ribu per kilogram, bisa sih sedikit ditawar. Saya kira harga di pasar sama murahnya dengan di Medsos," kata Nurasiyah.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA