Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

Imbauan Satgas COVID-19 Tanggapi Banyaknya Pasien Isoman Meninggal Dunia

Aisyah Isyana - 12/07/2021 10:45 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Satgas COVID-19 menanggapi adanya ratusan orang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri. Dimana, baru-baru ini seorang pria muda berusia 25 tahun ditemukan meninggal dunia saat menjalani isolasi di apartemen kawasan Ciputat, Tangsel.

Menyikapi hal itu, Satgas COVID-19 meminta warga pasien COVID-19 yang sudah tak mampu menjalani isolasi mandiri, agar segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapat pelayanan medis. Dengan begitu, resiko kematian dapat dihindari dan diminimalisir.

Baca juga :

"Kalau tak mampu untuk melakukan isolasi mandiri, maka lakukan isolasi di tempat yang disediakan oleh pemerintah supaya bisa mendapatkan pengawasan dan penanganan yang baik," kata juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, Minggu (11/7/2021).

Sementara itu, jubir vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi menyebut resiko kematian pasien COVID-19 dapat terjadi karena banyak faktor. Salah satunya karena pasien yang terpapar Corona mengalami kondisi yang semakin memburuk saat isolasi.

"Kalau terkait kematian banyak hal ya, bisa saja karena faktor ada penyakit komorbid misalnya ada (penyakit) jantung atau bisa juga perburukan dari kasus COVID-19-nya," ucap dr Nadia.

Untuk itu, Nadia meminta agar pasien COVID-19 yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau mengalami kondisi kesehatan yang semakin memburuk, untuk segera dibawa ke rumah sakit rujukan COVID-19 untuk mendapat perawatan. Nadia menegaskan jika pasien COVID yang dapat menjalani isolasi mandiri adalah pasien yang bergejala ringan.

"Yang melakukan isoman adalah orang yang dengan gejala ringan, tanpa sesak," ucapnya.

Untuk itu, guna mencegah pasien isoman meninggal dunia, dr Siti Nadia menyarankan agar orang yang menjalani isoman untuk sadar dengan kondisi kesehatannya, apakah dia memiliki penyakit penyerta atau tidak. Tak hanya itu, lingkungan orang yang tengah menjalani isoman juga diharapkan dapat terus memantau perkembangan kesehatan pasien isoman.

"Perburukan COVID-19 dari sesak ringan bisa cepat sekali menjadi sesak berat. Yang pasti, keluarga harus melakukan pemantauan. Kedua, puskesmas bersama Satgas RT/RW melakukan monitoring warga yang menjalani isolasi mandiri. Terakhir, ada alternatif menggunakan layanan telemedisin," jelasnya.

Untuk diketahui, seorang pria berusia 25 dilaporkan meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di apartemen kawasan Ciputat, Tangsel. Polisi menduga pria itu meninggal lantaran kondisinya menurun saat menjalani isoman sendiri.

"Dia kan sudah positif COVID, PCR sudah positif bukan karena terlambat penanganan tapi karena sekarang COVID ini banyak yang meninggal tetapi bukan karena terlambat. Mungkin kondisinya menurun. Apalagi dia sendiri di situ," kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Jun Nuhaida saat dihubungi, Minggu (11/7).

"Dia kan sudah positif COVID, PCR sudah positif bukan karena terlambat penanganan tapi karena sekarang COVID ini banyak yang meninggal tetapi bukan karena terlambat. Mungkin kondisinya menurun. Apalagi dia sendiri di situ," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA