Thursday, 09 Feb 2023
Temukan Kami di :
News

Airlangga Sebut Keterisian Tempat Tidur Wisma Atlet Sudah Terpakai 75 Persen

Aisyah Isyana - 07/07/2021 14:33

Beritacenter.COM - Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di rumah sakit darurat (RSD) Wisma Atlet terpantau masih tinggi. Sejauh ini, terpantau angka keterisian tempat tidur di Wisma Atlet mencapai 75 persen.

"Terkait dengan Wisma Atlet, kondisi saat ini yang terpakai 75 persen," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/7/2021).

Airlangga memastikan kapasitas tempat tidur yang tersisa sebanyak 25 persen. Dari total kapasitas tempat tidur sebanyak 7.894 di Wisma Atlet, sisa bed 25% yang tersisa, yakni 1.990 bed.

"Sisa bed sekitar 1.990 atau 25 persen. Jadi jumlah bed jumlah bed 7.894 terpakai 5.904," ujarnya.

Meski begitu, politikus Golkar itu menyebut pemerintah juga sudah menyiapkan tempat isolasi untuk pasien COVID-19 lainnya. Terdapat dua tempat yang disiapkan, yakni Rusun Nagrak dan Rusun Pasar Rumput.

"Pemerintah sudah menyiapkan, baik itu tambahan, baik itu di rusun Nagrak, maupun di rusun Pasar Rumput," kata Airlangga.

Selain itu, Airlangga juga memastikan jika pemerintah telah menyiapkan dan menambah stok oksigen medis untuk pasien COVID. Menurutnya, sudah ada beberapa isotang yang datang ke Jakarta.

"Terkait dengan ketersediaan daripada oksigen. Nah ini beberapa isotank sudah ada datang di Jakarta dan beberapa sedang dipersiapkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Airlangga juga menyebut pemerintah akan terus berupaya menggenjot produksi oksigen medis. Pemerintah juga menggunakan seluruh fasilitas yang ada, dengan mengalihkan stok diluar Jawa ke Jawa.

"Pemerintah menggunakan seluruh fasilitas yang ada, sehingga ketersediaan baik dari produksi nasional yang ada di Jawa, maupun yang ada di luar Jawa. Kemarin juga teridentifikasi ada tambahan oksigen yang bisa ditarik dari Pulau Batam sebesar 800 ton dan sekarang isotank sudah dikirim ke sana untuk ditarik ke Pulau Jawa," tutur Airlangga.

"Jadi kebutuhan tambahan, baik itu dari pengalihan kapasitas ataupun stok di luar Jawa, maupun juga ada beberapa oksigen yang akan dimasukkan ke Indonesia," sambung dia.




Berita Lainnya

Gempa 4,5 Magnitudo Guncang Keerom Papua

09/02/2023 01:00 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA