Saturday, 25 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

Geram Dapati Kantor Paksa Karyawan WFO, Anies : Kami Segel, Owner Proses Hukum!

Kantor-kantor yang melanggar langsung kami segel, ditutup kantornya. Semua karyawannya dipulangkan untuk bekerja dari rumah dan pemilik/manajer kantor diproses hukum oleh kepolisian

Aisyah Isyana - 06/07/2021 22:13

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram saat mendapati ada kantor non-esensial yang kedapatan menerapkan WFO 50% saat penerapan PPKM darurat. Alhasil, Anies menyegel dan menutup kantor yang disidak lantaran melanggar PPKM darurat.

"Kami menemukan masih ada kantor-kantor yang bukan sektor esensial/kritikal tapi masih tetap masuk bekerja atau esensial tapi melebihi 50 persen. Ini bukan sekadar pelanggaran peraturan PPKM darurat yang dibuat pemerintah, ini adalah pelanggaran atas tanggung jawab kemanusiaan," tulis Anies di akun Instagramnya @aniesbaswedan, Selasa (6/7/2021).

Baca juga :

Tak hanya menyegel kantor dan memulangkan semua karyawannya, Anies juga menyebut pemilik kantor juga akan diproses hukum oleh pihak kepolisian.

"Kantor-kantor yang melanggar langsung kami segel, ditutup kantornya. Semua karyawannya dipulangkan untuk bekerja dari rumah dan pemilik/manajer kantor diproses hukum oleh kepolisian," tegas Anies.

Dalam hal ini, Anies menegaskan jika penegakkan PPKM darurat bukan hanya soal pasal, namun soal masalah nyawa manusia. Untuk itu, dia meminta semua pihak saling melindungi, termasuk para pekerja agar tidak mengambil resiko ditengah lonjakan kasus COVID-19.

"Jangan ada lagi pemilik dan petinggi perusahaan bisa WFH di rumah dengan aman, sementara pekerjanya diharuskan pergi dari rumah, masuk kerja dan ambil risiko. Ayo, semua harus ikut ambil tanggung jawab itu," kata Anies.

Lebih lanjut, Anies kembali mengingatkan agar perkantoran non-esensial agar menerapkan WFH 100 persen. Anies juga meminta para pekerja untuk membuat laporan anonim jika kantor non-esensial tetap diminta WFO, dengan jaminan kerahasiaan pelapor.

"Bila tempat Anda bekerja bukan sektor esensial, tapi masih masuk 100 persen atau sektor esensial tapi yg WFO lebih dari 50 persen, segera laporkan lewat JAKI secara anonim, kerahasiaan pelapor dijamin. Masa-masa sulit ini akan bisa lebih cepat selesai bila kita semua bekerja sama dengan disiplin menjaga keselamatan bersama," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA