Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

PPKM Mikro Akan Direvisi, Satgas : Mal Tutup 17.00, Restoran Take Away Sampai 20.00

Aisyah Isyana - 28/06/2021 19:23

Beritacenter.COM - Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Ganip Warsito menyebut penerapan PPKM Mikro turut berdampak positif dalam menekan penyebaran Corona. Untuk itu, Satgas menilai PPKM Mikro harus ditegakkan dengan lebih konkret.

Ganip awalnya menyinggung soal rekomendasi Satgas dalam penguatan manajemen implementasi lapangan PPKM Mikro. Dia pun memaparkan sejumlah poin, salah satunya meningkatkan kepatuhan prokes. Kemudian mengintensifkan penegakan disiplin. Ganip juga menyinggung soal pembatasan mobilitas penduduk yang harus dimulai dari individu.

Baca juga :

"Ini menjadi salah satu kunci dalam pengendalian COVID karena sektor pembawa virus ini manusia, oleh karena itu manusia yang harus dibatasi mobilitasnya," ujar Ganip dalam diskusi virtual, Senin (28/6/2021).

"Saya mengagas program yang nanti akan disampaikan yang perlu didukung oleh unsur-unsur posko mulai dari daerah sampai provinsi. Kita akan memberi penyadaran para masyarakat untuk bisa me-lockdown individu, membatasi mobilitas dirinya sendiri paling tidak pembatasan lockdown individu, setiap orang wajib hukumnya memakai masker, sebelum kita bicara pembatasan lebih besar, lockdown dulu individunya, lockdown dulu per orangnya dengan apa, dengan masker," sambung dia.

Selanjutnya, Ganip melanjutkan tahap kedua dengan melakukan locdown di tingkat komunitas atau keluarga. Dia meminta agar keluarga tidak keluar rumah jika tidak terlalu mendesak.

"Keluarga di-lockdown dengan cara di rumah saja tak perlu keluar jika tak ada kebutuhan esensial dan ini yang harus dikendalikan pelaksana posko di lapangan. Beberapa desa sudah sangat bagus, kalau konsisten ini akan membatasi mobilitas penduduk dengan baik mencegah penularan," katanya.

Ganip juga meminta desa-desa membuat aturan sebagai pencegahan COVID, salahnya dengan menutup akses jalan. "Misal desa ada 4 jalan, yang difungsikan 1 jalan, sedangkan jalan lain bisa ditutup sehingga lalu lintas orang, barang bisa dimonitor dengan baik," ujarnya.

Ganip juga meyinggung soal pembatasan akitivitas sosial dengan membubarkan kerumunan secara tegas. Ganip juga menyebut, berdasarkan hasil ratas, akan ada perubahan terhadap intruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021.

"Contohnya nanti yang akan diterapkan pelaksanaan untuk PPKM-nya WFH-WFO ini akan diberlakukan 75 dan 25 persen untuk daerah yang merah dan oranye. Kemudian untuk sektor-sektor ekonomi seperti mal ini hanya dioperasionalkan sampai dengan jam 17.00 WIB, kemudian restoran hanya diizinkan untuk take way, ini dibatasi sampai pukul 20.00 WIB," jelasnya.

Menurutnya, hal itu baru pembatasan tahap awal yang diterapkan sebagai hasil revisi intruksi Mendagri. Menurutnya, dalam menekan penyebaran virus Corona, diperlukan ketegasan dalam menerapkan aturan.

"Kemudian kegiatan yang non-essential yang perlu kita evaluasi terus sesuai kondisi daerah. Ketegasan dalam melakukan aturan, konsistensi melakukan aturan sangat dibutuhkan disamping koordinasi, kolaborasi antar pihak," jelas Ganip.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA