Tuesday, 30 Nov 2021
Temukan Kami di :
News

Muhammadiyah Sebut Pria Ngaku Nabi di Bandung Penipu

Baharuddin Kamal - 25/06/2021 09:00 Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad.

Beritacenter.COM - Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad angkat bicara terkait pernyataan pimpinan salah satu pusdiklat Dai di Bandung mengaku sebagai nabi. Menurutnya, banyak sejumlah alasan seseorang mengaku-ngaku sebagai nabi.

"Siapapun yang mengaku rasul baru berarti beliau menipu, karena menurut ajaran Islam kerasulan sudah tidak ada lagi karena Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir," kata Dadang saat dihubungi, Kamis (24/6/2021).

Dia menerangkan, alasan lain yang bisa menjadi motif seseorang mengaku sebagai nabi yakni demi mendapat penghasilan atau popularitas. "Kalau melihat kepada beberapa yang mengaku nabi atau rasul yang lalu motifnya kalau bukan motif menambah penghasilan atau untuk mencari popularitas," ucapnya.

Dia menegaskan agar pria yang mengaku sebagai nabi di Bandung tersebut segera diluruskan. Dia menyebut jika yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa lantaran mengaku nabi, maka harus dimasukan ke rumah sakit jiwa.

"Ya mereka dibina dan disadarkan tentang kekeliruan mereka. Jika ada gangguan jiwa ya dimasukan RS Jiwa sehingga sembuh," ujarnya.

Diketahui, Yayasan salah satu pusat pendidikan dai di Bandung sempat digeruduk massa gara-gara pimpinannya mengaku nabi ke-28. Polisi telah mengamankan delapan orang pengurus yayasan tersebut.

"Pimpinan pondok pesantren Cijawura Rancasari untuk sementara kita mengamankan delapan orang pengurus yayasan tersebut dalam arti kita untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi friksi atau gesekan antara warga dengan pengurus yayasan," ucap Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang kepada wartawan, Kamis (24/6).

Adanan menuturkan yayasan tempat bernaung pimpinan mengaku nabi itu diketahui bernama Baiti Janati. Yayasan tersebut sempat digerudug warga sekitar. Kedelapan orang tersebut diamankan sementara untuk melakukan pemeriksaan awal. Polisi juga berkoordinasi dengan unsur kewilayahan dan MUI serta pemuka agama terkait penanganan kasus itu.




Berita Lainnya

UPDATE Cuaca di Jakarta 29 November 2021

29/11/2021 07:00 - Rachman Riv
Kemukakan Pendapat


BOLA