Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Jika Jakarta Lockdown, Ini Dampaknya ke Ekonomi Nasional

Lukman Salasi - 22/06/2021 15:00

BeritaCenter.COM – Kasus COVID-19 di Jakarta melonjak gila-gilaan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, pada 20 Juni kasus corona harian di Ibu Kota ini memecahkan rekor.

Desakan agar Jakarta lockdown pun muncul dari sejumlah pihak. Ini dampaknya ke ekonomi nasional jika Jakarta jadi lockdown menurut sejumlah pakar atau pengamat.

"Kalau lockdown diberlakukan, mobilitas dibatasi akan berdampak terhadap kontraksi ekonomi. Khususnya masyarakat kalangan menengah bawah, apalagi yang bekerja di sektor informal, mereka akan terkena dampak paling besar," kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Senin (21/6/2021).

Bila lockdown dilakukan sekarang, kemungkinan ekonomi kuartal III, tepatnya di bulan Juli-September akan kembali negatif pertumbuhannya.

"Kalau kita asumsikan lockdown dilakukan meluas selama satu kuartal, misalnya di kuartal III, dari Juli sampai September. Maka ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan kembali negatif," ungkap Faisal.

Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebutkan selama lockdown semua sektor ekonomi yang bertumpu pada pergerakan manusia akan anjlok. Misalnya toko ritel, transportasi, hotel, hingga restoran. Dia memastikan sektor ini akan turun tajam omzetnya.

Kemudian, ada juga sektor yang bertumbuh pesat, misalnya e-commerce, jasa pesan antar, hingga bisnis logistik. Masyarakat akan bergeser pola konsumsinya. “Bisnis yang menunjang kebutuhan selama di rumah saja atau WFH itu yang tumbuhnya cepat," kata Bhima.

Sedangkan, Peneliti dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B. Hirawan mengatakan, kontribusi pertumbuhan ekonomi paling banyak dihasilkan dari tingkat konsumsi rumah tangga. Jika lockdown diberlakukan, maka ada kemungkinan pada kuartal III-2021 ekonomi akan kembali minus dan Indonesia akan kehilangan momentum pemulihan ekonomi.

"Kalo ada lockdown proses pemulihan ekonomi akan terhenti dan momentumnya akan hilang. Karena harusnya triwulan kedua kita sudah positif, karena kemarin kan baru minus 0,74 persen di triwulan pertama, dampak lockdown itu akan sebulan dua bulan ke depan, ya nanti triwulan ketiga kita takut kembali minus, seperti rollercoaster menurut saya, dan itu berbahaya dari sisi stabilitas pertumbuhan ekonomi," sebut Fajar.




Berita Lainnya

Polisi Selidiki Penyebar Hoax Demo 'Jokowi End Game'

24/07/2021 15:00 - Baharuddin Kamal

Polri Pastikan Stok Obat Covid-19 Aman Terkendali

23/07/2021 16:23 - Baharuddin Kamal

Simak Nih! Penjelasan PPKM Level 1 Sampai 4

23/07/2021 11:07 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA