Tuesday, 27 Jul 2021
Temukan Kami di :
Opini

Masyarakat Anti Fakta Covid-19

Indah Pratiwi - 19/06/2021 17:30 Oleh: Muhammad Jawy

Salah satu penyakit sosial di tengah pandemi ini adalah golongan denial, penolak fakta Covid19.

Ketika dikasih tahu bahwa kenaikan kasus membuat sejumlah rumah sakit rujukan di beberapa kota di DIY penuh, mereka mencoba membantah, tapi dengan data dari RS non rujukan, dan berusaha menyesatkan publik bahwa seolah situasi baik-baik saja.

Repotnya, mereka yang tidak paham, saya malah yang disebut menyebar hoax. Blaik tenan.

Kawan-kawan, kita tidak sedang baik-baik saja. Kenaikan kasus tercatat di beberapa kota, dan kalau kita masih ada yang abai, dan masih terus meremehkan 3M, menolak divaksin, kurva kasus positif akan terus meninggi.

Ya betul, sebagian besar kasus adalah tanpa gejala atau gejala ringan yang orang akan bisa sembuh dengan isolasi mandiri di rumah. Tapi tolong berempatilah, karena ada sebagian kecil, entah 10 atau 5 persen yang akan membutuhkan fasilitas kesehatan atau mereka akan sangat tersiksa, atau bahkan bisa memburuk.

Dan lini terakhir pertahanan untuk meringankan penderitaan mereka, rumah sakit dan para nakes, sudah mulai kelimpungan. Di lini masa, ada kawan yang baru bisa mendapatkan rawat inap bagi ayahnya setelah DUA HARI berkeliling dan mencari.

Ia sangat sayang dan khawatir atas kondisi ayahnya, tapi mau bagaimana lagi, bahkan uang tabungan yang kita simpan selama ini tak menjamin bisa dapat kamar dalam situasi mendesak.

Satu-satunya jalan untuk mengalahkan pandemi ini adalah dengan kompak bersama pemerintah dan tenaga kesehatan menjalankan protokol kesehatan, mengajak masyarakat untuk vaksin, rajin menggunakan masker, menjaga jarak.

Itu cara sederhana yang bisa kita lakukan, sehingga kita masih bisa sambil bekerja, mencari nafkah, di tengah banyak keterbatasan.

Tapi jangan ambil jalan pintas, dengan mencoba merusak bangunan kesadaran kolektif, memilih untuk mengabaikan protokol, memeluk teori konspirasi, menghujat para nakes, memfitnah lembaga dan tokoh masyarakat, membuat bingung masyarakat dengan pendapat provokatif.

Ketika debu sudah mengendap setelah segala kekacauan ini, kita berharap sejarah mencatat kita dalam sisi yang berkontribusi dalam upaya penanggulangan pandemi, bukan sebaliknya… Pengacau masyarakat dengan berbagai hasutan dan kebodohannya..

(Sumber: Facebook Muhammad Jawy)




Berita Lainnya

Masih Saja Ada Pemda Cari Untung dari Bansos

27/07/2021 09:00 - Indah Pratiwi

Kita belum mandiri sebagai bangsa

26/07/2021 12:30 - Indah Pratiwi

Mafia Obat Itu Ada

26/07/2021 11:30 - Indah Pratiwi

KENANGAN BURUK MENURUNKAN PRESIDEN

26/07/2021 10:40 - Indah Pratiwi

Skenario Politikus Busuk

26/07/2021 09:05 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA