Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
Opini

Anies Mulai Panik

Indah Pratiwi - 16/06/2021 18:00 Ditulis Oleh : Kajitow Elkayeni

Banyak yang menyangka gebrakan Anies yang bergerilya ke mana-mana itu berbahaya. Terakhir ia ke Sumedang. Tapi sebenarnya, itu adalah sinyal, Tim Anies ini mulai kedodoran. Mereka terlena dengan kemenangan di DKI Jakarta, lalu memasukkan begitu banyak hantu blau ke balaikota.

Anggaran dikuras. Proyek siluman ada di mana-mana. Bahkan rumah DP0% yang jadi andalan Anies juga dimakan jin.

Popularitas Anies sudah mentok. Bandingkan dengan Ganjar, RK, AHY atau bahkan Erick Thohir yang belum banyak melakukan gerakan agresif. Popularitas tokoh-tokoh ini memang belum mentok, tapi itu justru peluang mereka untuk terus naik.

Anies dalam kondisi sebaliknya. Dengan popularitas yang mentok itu, elektabilitasnya hanya 15%. Padahal sudah mentok loh, mau digeber seperti apapun ya tidak menambah apa-apa. Kecuali jika ia menunjukkan karya monumental. Karya betulan. Bukan pajangan bambu, peti mati atau bronjong di perempatan jalan.

Atau membuat kebijakan yang didasari kewelas-asihan, sebagaimana Jokowi dulu. Oleh sebab itu ia dicintai rakyatnya.

Kenapa popularitas yang mentok itu tidak sejalan dengan elektabilitas Anies? Ya karena ia populer buruk. Bukan populer baik.

Jika anda pergi ke kampung-kampung dan bertanya pada emak-emak di sana tentang Anies, jawaban mereka nyaris sama: bego. Karena seringnya ia berulah. Kesan bego dan norak itu melekat pada diri Anies. Padahal ini orang lulusan Amerika, tapi gak ada kesan inteleknya.

Mungkin Anies berpikir, kemampuan berbicara dianggap mewakili kecerdasan, sebagaimana romatisme zaman abad pertengahan. Atau seperti ketika revolusi kemerdekaan Indonesia dulu, ketika Soekarno pidato berapi-api dan menyulut semangat banyak orang.

Zaman berubah. Orang yang banyak omong, tapi sering melakukan kesalahan itu dianggap dungu. Bahkan dikategorikan munafik bagi orang-orang agamis.

Dan sayangnya, itulah yang sedang dilakukan Anies. Ngeles itu tidak mendidik dan memburukkan citra. Apalagi bagi orang Jawa. Ngeles itu dianggap tidak ksatria. Bukan mewakili kecerdasan.

Orang yang kebanyakan ngeles dan sering tidak mengakui kesalahan itu dianggap rendah oleh masyarakat. Kecuali oleh kelompok masyarakat yang memiliki budaya ngeles, mengingkari janji, suka berbohong.

Karena bagi kebanyakan orang, omongan itu yang dijadikan pegangan, khususnya bagi orang Jawa, sekali mblenjani janji, mengingkari janji, selamanya tidak akan dipercaya lagi.

Saya tidak tahu apa yang disarankan oleh konsultan politiknya, tapi cara-cara Anies menggenjot popularitas itu salah. Ini zaman internet. Masyarakat tidak bodoh seperti ketika Soeharto berkuasa dulu. Informasi begitu gencar hilir-mudik. Ketika orang-orang searching di google dengan kata kunci “gubernur terbodoh” dan muncul wajah Anies, mau dibilang apa?

Jadi ketika mendengar komentar khawatir dengan manuver Anies, saya malah melihat sebaliknya. Anies itu mulai panik. Ia sedang dalam posisi menembak secara membabi buta. Maklum, waktunya tinggal setahun lagi. Saat jabatan gubernurnya berakhir, otomatis Anies tak punya panggung lagi.

Serangan semacam itu tentu tidak efektif. Ia hanya sedang terkejut karena sadar belum berbuat apa-apa. Padahal dengan begitu banyak sumber daya dan menjadi pusat perhatian nasional, mestinya ia bisa membuat satu saja karya fenomenal, satu saja kebijakan yang akan dikenang.

Tapi karena terlalu banyak siluman yang bercokol di balaikota, sebagai langkah kompromi atas kemenangan Pilgub Jakarta dulu, ia keteteran. Tampak jelas Anies tersandera. Ia boneka yang terpenjara di rumahnya sendiri. Maka dengan melakukan safari politik itu sebenarnya ia sedang mencari rumah baru, harapan baru dan peluang baru.

Makanya ada seorang tokoh nasional yang berkomentar, “Dia itu bodoh. Ada di Ibu kota, tapi tak melakukan apa-apa. Malah sibuk ke mana-mana itu nyari apa? Saya dulu di sana hanya dalam tempo singkat saja sudah melakukan banyak hal dan berhasil.”




Berita Lainnya

Kantor Pemberantasan Korupsi Versi Novel?

22/09/2021 13:00 - Indah Pratiwi

TERIMA KASIH PAK PRESIDEN

22/09/2021 11:46 - Indah Pratiwi

Dugaan Kasus Anies

22/09/2021 11:34 - Indah Pratiwi

Perkataan Pak Dudung Tidak Salah

22/09/2021 10:45 - Indah Pratiwi

SELAMAT JALAN BEGAWAN

21/09/2021 12:22 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA