Friday, 28 Jan 2022
Temukan Kami di :
News

Kapolri : Ada 5 Klaster COVID-19 di DKI, Dari Ribuan Tracing Ada 103 Kasus Aktif

Di DKI Jakarta terdapat 5 klaster COVID DKI, yaitu di Cipayung, di Cilincing, di Kelapa Dua, di Kayu Putih, dan di Ciracas

Aisyah Isyana - 16/06/2021 12:35

Beritacenter.COM - Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap 5 klaster COVID-19 di DKI Jakarta. Adapun lima klaster COVID-19 itu tersebar di wilayah DKI Jakarta.

"Di DKI Jakarta terdapat 5 klaster COVID DKI, yaitu di Cipayung, di Cilincing, di Kelapa Dua, di Kayu Putih, dan di Ciracas," kata Sigit saat rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Kapolri Sigit menyebut penetapan klaster COVID terhadap kelima daerah itu usai petugas mendapati adanya 103 kasus aktif. Setelah petugas melakukan tracing terhadap ribuan orang di wilayah itu, barulah kemudian didapati ratusan kasus aktif virus Corona.

"Dari 1.568 orang yang kami tracing, di 5 klaster tersebut, terdapat 103 orang kasus aktif di 5 klaster dan saat ini terus terjadi peningkatan," ucap Sigit.

Sementara terkait penerapan PPKM mikro di 5 klaster COVID itu, Kapolri memastikan pihak kepolisian telah melakukan penguatan dan penebalan. Sigit juga memastikan pencegahan prokes 5M dan 3T akan terus dioptimalkan.

"Kami melakukan pola, yakni dengan melakukan penguatan dan penebalan PPKM mikro guna mencegah penyebaran COVID dengan optimalkan 5M, mulai dari edukasi, pembagian masker, operasi yustisi, penyemprotan disinfektan, dan meniadakan kegiatan masyarakat untuk menghindari kerumunan dan memaksimalkan kegiatan 3T, mulai dari sistem pendataan dan pelaporan tamu dengan one gate system, peningkatan rasio lacak kita terhadap 10 rumah dan 10 yang laksanakan kontak erat, memberikan imbauan dengan melibatkan tokoh-tokoh agama, meningkatkan kegiatan testing, dan juga termasuk mempersiapkan dan menambah tenaga kesehatan," jelasnya.

Selain itu, Sigit juga menyoroti beberapa zona merah di Jakarta yang saat ini jadi fokus aparat kepolisian, lantaran maraknya interaksi antara pasien OTG dengan masyarakat yang sehat. Dia memastikan pihaknya juga akan mengambil sikap terkait pemberlakuan micro lockdown di sejumlah wilayah.

"Beberapa daerah di zona merah yang jadi epicentrum tentu jadi perhatian kami karena memang masih banyak masyarakat OTG yang berinteraksi dengan masyarakat yang sehat, sehingga tentunya ini mengakibatkan proses penyebaran COVID-19 menjadi lebih cepat karena ditemukan ada beberapa varian baru dari India yang memiliki ciri penularan lebih cepat. Karena itu di zona-zona merah itu kami melakukan micro-lockdown," ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA