Friday, 28 Jan 2022
Temukan Kami di :
News

Komisi X DPR Minta Sekolah di Zona Merah-Kasus COVID Tinggi Tunda Belajar Tatap Muka

Aisyah Isyana - 16/06/2021 10:57

Beritacenter.COM - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda menyebut rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tetap akan digelar. Kendati begitu, wilayah dengan zona merah diminta untuk tidak menggelar PTM terbatas, terlebih jika kasus hariannya masih tinggi.

"Kelihatannya tetap jalan, tapi komprominya begini, artinya, ketika ada tren kenaikan penularan COVID di daerah tertentu, otomatis PTM tidak bisa dilaksanakan. Karena sekali lagi yang benar dan publik harus tau, bahwa tidak ada istilah PTM secara serentak. Jadi sepenuhnya menyesuaikan sikon (situasi dan kondisi) yang ada di kabupaten/kota masing-masing," ujar Syaiful Huda, Selasa (15/6/2021).

"Jadi, di mana ada daerah yang kasus COVID-nya naik, hampir dipastikan PTM tidak diselenggarakan. Bagi daerah yang dalam situasi sudah zona hijau, atau mungkin kuning, tapi pemerintah daerahnya merasa untuk kepentingan sekolah dianggap aman dan komite sekolah menyepakatinya, otomatis PTM tetap jalan," sambungnya.

Untuk itu, Syaiful Huda berharap semua pihak dapat mempersiapkan secara maksiam rencana pembelajaran tatap muka terbatas. Syaiful menilai, hal terpenting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan PTM terbatas adalah kehati-hatian stake holder pendidikan dan pemda.

"Dalam situasi ini saya kira semangatnya kehati-hatian, dari stake holder pendidikan dan pemerintah daerah ketika melaksanakan PTM. Dipersiapkan dengan maksimal," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, menyebut keputusan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas ada di pemerintah daerah. Jika tak mendapat izin, maka PTM terbatas di daerah tidak bisa dilakukan.

"Memang skemanya tetap pada PPKM daerah. Jadi setiap daerah yang menentukan kondisi daerahnya. Dan dipantau per 2 minggu," kata Dede Yusuf.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA