Tuesday, 27 Jul 2021
Temukan Kami di :
Internasional

AM Hendropriyono: China dan Barat Itu Bukan Orang Tua Kita, Sama-sama sebagai Bangsa

Indah Pratiwi - 14/06/2021 18:00

Menarik sekali pandangan AM Hendropriyono terkait perang kepentingan di Laut China Selatan antara China dan Amerika Serikat (Barat). Persaingan kepentingan. AM Hendropriyono juga membagi strategi dua negara yang berbeda. China menguasai dunia dengan strategi ekonomi, sementara Barat dengan cara perang. Untuk siapa? Untuk kepentingan mereka sendiri.

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) AM Hendropriyono mengingatkan kepada bangsa Indonesia bahwa baik China maupun Barat memiliki kepentingan untuk mereka sendiri. Oleh karena itu, Indonesia harus berhati-hati dan cerdas dalam menempatkan diri di antara berbagai kepentingan tersebut.

“China atau Barat itu bukan orang tua kita. Mereka sama saja dengan kita. Sama-sama sebagai bangsa, yang ingin hidup sejahtera,” kata AM Hendropriyono kepada Kilat.com di Jakarta, Jumat, (11/6/2021).

Secara geopolitik dan geostrategis di Asia Pasifik, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat penting yang diperebutkan oleh kepentingan politik dan ekonomi regional dan global.

Posisi strategis Indonesia di antara dua samudera dan dua benua, menjadikannya sebagai magnet dalam perebutan pengaruh ekonomi dan politik di antara dua kepentingan besar: China dan Barat.

Lebih lanjut dikatakan oleh Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) itu bahwa untuk mencapai tujuan menguasai hegemoni politik dan ekonomi di sebuah negara, China dan Barat memiliki cara dan strategi yang berbeda.

“China ingin sejahtera lewat pendekatan strategi ekonomi, sedangkan Barat menggunakan strategi lewat perang,” kata AM Hendropriyono.

China menyerbu negara yang mengundangnya dengan kekuatan uang yang luar biasa besar. Misalnya, untuk menguasai ekonomi sebuah negara, seperti Uganda, Senegal, Afrika Selatan, dan lain-lain, China tidak menyerbu negara yang mengundangnya tersebut dengan tentara, bom dan peluru. Demikian pula untuk menguasai minyak di Irak, Libya, dan negara lainnya.

Oleh karena itu, kata AM Hendropriyono, Indonesia harus memilih cara untuk mencapai kesejahteraan. Bung Karno telah memberikan petunjuk seperti yang dia cita-citakan tentang kemandirian bangsa Indonesia.

“Indonesia mau sejahtera pilih yang mana? Bung Karno bilang: "Berdikari !". Tapi kita gagal melakukannya, karena sibuk dengan urusan ideologi dan politik agama melulu. Kapan kita mau fokus untuk membangun ekonomi dan kekuatan tentara?” kata Hendropriyono.

Kita, kata Hendropriyono, semakin tertinggal jauh dari kesejahteraan bangsa-bangsa yang lebih muda dari kita. Kita kalah dalam kenyataan. Kekalahan berarti penderitaan, kata Panglima Besar Soedirman.

“Ini soal masyarakat, bukan hanya soal negara. Masyarakat pengusaha harus pandai dalam berdagang dengan China, untuk keuntungan kita. Masyarakat pada umumnya herus paham dalam perang cyber dengan siapa saja, untuk kemenangan kita,” pungkas AM Hendropriyono.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA