Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
Opini

Masyarakat Bungkus

Indah Pratiwi - 12/06/2021 07:00 Oleh : Alim

Tak cukup gelar Doktor honoris causa, sekarang ada profesor honoris causa untuk Megawati oleh universitas resmi. Sebelumnya Rhoma Irama dapat gelar profesor dari universitas di amerika yang ternyata abal-abal.

Banyak akademisi yang menyayangkan, ngelus dada, mengkritik dan menilai bahwa gelar² itu “diperdagangkan” dalam rangka kepentingan politik. Megawati dikabarkan akan maju lagi bareng Prabowo. Rhoma dulu nyaleg DPR dan di baliho²nya ada tulisan profesornya.

Tak lama berselang, kerumunan terjadi untuk antre dan berebut nugget. Ya, nugget biasa yang dibungkus kertas bertuliskan BTS. Jadi yang membedakan nugget itu dengan nugget lain adalah selembar bungkus tipis terbuat dari kertas yang amat rapuh itu. Tidak ada keistimewaan lainnya.

So, ini semakin menunjukkan orientasi budaya masyarakat yang lebih mementingkan bungkus, kemasan, tampilan dan citra daripada isi.Gejala ini sudah lama tampak dalam kehidupan beragama. Larisnya mubaligh yang hanya mengandalkan retorika dan pakaian serta pencitraan sudah lama terjadi dan makin ke sini makin menjadi-jadi.

Profesor asli, mufassir yang kredibilitasnya diakui dunia keulamaan dengan gampangnya disesat-sesatkan, sementara yang mencitrakan diri berani mengkritik pakai cukjancukjan segala malah laris meski ngutip ayatnya keliru-keliru.

Kyai Mustofa Bisri pernah menggambarkan bagaimana sekarang ini orang bisa menjadi kyai dengan modal murah: peci dan sorban.Kalau kita lihat di marketplace, peci skitar 10-50rb, sorban ternyata ada juga yang 10rb, yang lumayan di harga 100rban. Segitu sudah cukup membuat citra ngiyai atau ngustadz, ditambah sedikit ayat atau hadits. Yang penting kan bungkusnya.

Di agama saja begitu, apalagi di politik. Citra pro-Islam, citra pro-rakyat, citra apalagi apalagi. Akhirnya juga berkoalisi dan bagi² kursi. Ideologi? Halah mbell…Ironisnya, masyarakat kita sudah pernah tertipu bungkus dan citra, masih saja diulangi dan diulangi lagi. Ra kapok-kapok.Jadi sudah tepat cara yang ditempuh para politisi, baik yang tua maupun yang muda, dengan membuat citra-citra yang sesuai dengan selera masyarakat.

Citra pribadi yang soleh, memiliki kehidupan yang sakinah, kaya tapi rendah hati, dan yang paling penting… pembela kepentingan agama. Camkan itu, kisanak!

Sum

ber : Status Facebook Alim



Berita Lainnya

BAGAIMANA CARA MEMBUNUH RAKYAT?

24/07/2021 12:00 - Indah Pratiwi

HATI-HATI, MEREKA MULAI MAINKAN DEMO LAGI..

24/07/2021 11:00 - Indah Pratiwi

Tentang Kerinduan Pada Zaman Normal

23/07/2021 14:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA