Sunday, 20 Jun 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Buron 2 Minggu, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Bocah 12 Tahun di Surabaya

Dewi Sari - 11/06/2021 20:20

Beritacenter.COM - Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil meringkus pelaku pembunuhan bocah berinisal JM (12) asal Kupang Krajan V-A, Surabaya itu ditangkap pada Rabu (9/6/2021) pukul 12.00 WIB di sekitar halaman Masjid Al-Araaf, Pamulang Tangerang Selatan, Banten. Pelaku berinisal WBPM buron selama hampir dua minggu.

Peristiwa bermula pada Rabu (26/5/2021) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, dua anak tersangka bermain dengan korban JM diluar kamar kos. Kemudian timbul niat tersangka untuk menguasai handphone korban.

“Handphone itu untuk dijual dan memenuhi kebutuhan ekonomi,” Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, Jumat (11/9/2021).

Saat itu, tersangka mengambil paving dari luar kamar kos. Paving itu lantas dibawa masuk ke dalam kamar kosan. Tersangka kemudian mengarahkan kedua anaknya dan korban untuk bermain di dalam kamar.

“Ketika korban bermain handphone, tersangka memukulkan paving ke arah leher dan kepala korban JM sebanyak 4 (empat) kali dari sisi kanan korban. Sehingga mengakibatkan kepala korban mengalami retak di tulang tengkorak kanan,” tandas Oki.

Tersangka kemudian mengambil handphone milik korban dan mengajak dua orang anaknya pergi dan meninggalkan korban di dalam kamar kos. Korban sempat dirawat di RSUD dr Soetomo. Akibat luka yang diderita cukup parah, korban pun akhirnya meninggal dunia pada Rabu (2/6/2021). Tersangka mengaku menjual handphone tersebut seharga Rp500.000. “Hasilnya dipakai untuk kebutuhan ekonomi dan biaya pulang ke Jawa Barat,” tandas Oki.

Akibat minimnya uang yang didapat, tersangka pulang ke Jawa Barat dengan cara berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum. Bahkan tersangka sempat meminta-minta bantuan kepada orang lain.

Dari kota ke kota hingga sampai di wilayah Tangerang. Tersangka sendiri tidak memiliki tempat tinggal tetap dan selalu beristirahat di tempat umum. Baik itu di masjid, depan toko hingga halte. “Uang Rp500.000 kan tidak cukup untuk biaya perjalanan ke Jawa Barat,” pungkas Oki.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA