Sunday, 20 Jun 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Kacau ! Pemuda Ini Tukar ATM Teman dan Kuras Uang 64 Juta

Baharuddin Kamal - 11/06/2021 14:18 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Polisi menangkap seorang pemuda bernama Wahyu Rian Irwansyah (27) lantaran tega menguras tabungan temannya sendiri dengan cara menukar ATM korban dengan ATM kosong.

Aksi pencurian ini diketahui terjadi di ATM BRI Unit Kunir Kecamatan Wonodadi. Korban yang diketahui bernama Rohmiati (49) merupakan warga Desa Gandekan, Wonodadi. Sedangkan pelaku, merupakan warga Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok. Keduanya berteman karena sesama sales sebuah produk.

"Karena sesama sales, keduanya sering bertransaksi dengan cara transfer menggunakan ATM. Pada tanggal 27 April korban masuk ke ATM bersama pelaku karena akan mentransfer pelaku. Nah dari situ, rupanya pelaku menghafalkan nomor pin ATM korban," papar Kapolresta Blitar AKBP Yudhi Hery Setiawan, Jumat (11/6/2021).

Niat buruk pelaku kemudian berlanjut setelah mengetahui pin korban. Pada 28 April, pelaku yang berkunjung kerumah korban kemudian mengambil ATM BRI, saat korban tengah sibuk melayani pembeli di tokonya.

Berhasil membawa ATM korban, pelaku secara bertahap menguras tabungan temannya itu sampai habis. Aksi ini baru diketahui korban ketika memakai ATM-nya ternyata tidak bisa digunakan. Korban lalu mendatangi customer service untuk meminta dicetakkan rekening koran tabungannya.

"Korban kaget karena saldonya yang semula Rp 64 juta habis sama sekali. Begitu diperiksa CS, ATM yang dibawa itu atas nama temannya. Korban lalu melaporkannya pada kami tanggal 27 Mei 2021," ungkapnya.

Menerima laporan korban, polisi kemudian mengamankan pelaku. Dari penyidikan, status terlapor ditetapkan menjadi tersangka kasus pencurian. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti milik tersangka. Di antaranya dua keping ATM BRI dan satu keping ATM BCA.

"Tersangka mengaku membobol ATM temannya itu beberapa kali sampai saldonya Rp 64 juta sekian, habis. Kami akan jerat tersangka dengan pasal 362 pencurian. Ancaman hukumannya, maksimal lima tahun penjara," pungkas Yudhi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA