Sunday, 20 Jun 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Jokowi Telepon Kapolri soal keluhan Pungli di Tanjung Priok, 24 Orang Diamankan Polisi

Aisyah Isyana - 11/06/2021 10:45

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, usai mendapat keluhan dari para sopir truk yang resah atas maraknya praktik pungutan liar (pungli) dan preman di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tak butuh waktu lama, sebanyak 24 preman langsung diamankan polisi.

Sebagaimana disiarkan di YouTube Setpres, Presiden Jokowi awalnya berkesempatan untuk berdialog dengan para sopir truk saat meninjua pelaksanaan vaksin di JICT Tanjung Priok. Kala itu, Jokowi mendapat keluhan dari para sopir truk yang resah dengan maraknya pungli.

Baca juga :

Setelah mendapat keluhan itu, Presiden Jokowi langsung menelepon Kapolri Listyo Sigit. Dia meminta agar Kapolri segera menangkap para pelaku pungli dan preman meresahkan di Tanjung Priok.

"Pak Kapolri, pagi, nggak ini saya di Tanjung Priok banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di Fortune, di NBC PT, kemudian di Depo Dipa, pertama itu, yang kedua juga kalau pas macet itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman, ini keluhan ini tolong bisa diselesaikan, itu aja Pak Kapolri," kata Jokowi seperti dalam video yang disiarkan YouTube Setpres, Kamis (10/6/2021).

"Siap laksanakan Bapak," jawab Jenderal Sigit.

Setelah mendapat perintah itu, Kapolri langsung mengitruksikan jajarannya untuk meringkus para pelaku pungli. Dikatakan Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Guruh Arif Darmawan, sebanyak 24 orang terduga pelaku pungli yang ditangkap polisi di dua lokasi.

"Jadi sudah 24 orang dari dua lokasi kita amankan sejak siang tadi," kata Guruh.

Penangkapan terhadap para pelaku di dua lokasi itu dilakukan di PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta KBN Marunda dan Depo PT Greating Fortune Container (GFC).

Untuk penangkapan di lokasi pertama, yakni PT Dwipa Mitra Jakarta KBN Marunda, ditangkap 12 pelaku berinisial DS (27), MK (29), SR (33), JR (54), MJ (24), DS (30), AZI (29), K (28), MN (39), EKP (53), dan E (29). Sementara di lokasi kedua, yakni O (44), AA (16), W (28), YP (22), DR (36), HF (21), RR (22), AW (24), T (44), D (46), NS (39), MJ (24).

Setelah Kapolri mendapat telepon dari Jokowi, jelas Guruh, pihaknya bersama tim gabungan Jatanras Polda Metro Jaya, Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, dan Polres Tanjung Priok langsung menyelidiki dugaan pungli.

"24 orang ini diamankan dengan berbagai tugas ada yang bertindak sebagai penguntit, ada yang pengemudi terus sekuriti di sana. Soalnya kalau mereka (sopir truk) tidak bayar akan dipersulit," ujar Guruh.

Kedepannya, Guruh memastikan pihaknya masih terus bekerja guna mengungkap para pelaku pungli lainnya. Sejauh ini, 24 terduga pelaku telah berhasil ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Utara.

"(Status) masih terperiksa masih didalami," ujar Guruh.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA