Tuesday, 27 Jul 2021
Temukan Kami di :
News

Dukung Sekolah Tatap Muka Terbatas, KPAI : Saran Kita Awal PTM Seminggu Sekali Saja

Aisyah Isyana - 08/06/2021 08:27

Beritacenter.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut mendukung intrusksi Presiden Jokowi soal sekolah tatap muka dibuka dengan kapasitas 25% dan hanya masuk dua kali dalam seminggu. KPAI menilai, hal itu akan memudahkan pengawasan pelajar di sekolah.

"Terkait jumlah siswa 25 persen saja dan hanya 2 jam PTM sehari KPAI justru mendukung, ini memudahkan pengawasan guru terhadap anak-anak yang tak patuh prokes. Ini semacam latihan bagi anak-anak untuk mengubah perilaku di sekolah pada masa pandemi," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Baca juga :

Sementara soal waktu masuk sekolah, KPAI menyarankan agar hal itu dijalankan secara bertahap. Sebagai permulaan, Retno menyarankan agar awal masuk sekolah hanya dilakukan satu kali dalam seminggu.

"KPAI malah menyarankan satu hari saja per minggu di awal PTM. Setelah sebulan sampai 2 bulan PTM dan anak-anak menunjukkan kepatuhan pada prokes, baru boleh ditambah 2x seminggu," ujarnya.

Selain itu, KPAI juga menyarankan agar sekolah tatap muka hanya digelar di wilayah yang psitivity ratenya dibawah 5 persen. Sekolah tatap muka juga harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Kalau KPAI menyarankan tidak buka sekolah di wilayah yang positivity rate diatas 5 persen, kalau wilayah yang di bawah 5 persen kami dorong di buka dengan pemberlakuan prokes/SOP yang ketat. Di wilayah-wilayah kepulauan kecil justru kami saran buka tapi dengan prokes," ujarnya.

Menurutnya, pembukaan sekolah tatap muka tetap harus dilakukan dengan memprioritaskan kesehatan anak sebagai pelajar. Untuk itu, Retno berharap sekolah tatap muka digelar dengan benar-benar menerapkan prokes secara ketat.

"Karena bagi KPAI hak hidup nomor 1, hak sehat nomor 2 dan hak pendidikan nomor 3. Kalau anaknya masih sehat dan hidup maka ketertinggalan materi pelajaran masih bisa dikejar. Kalau anaknya sudah dipinterin terus sakit dan meninggal, kan sia-sia. Anak Indonesia yang meninggal karena covid sudah tertinggi se-Asia Pasifik," ujarnya.

Sekedar diketahui, Presiden Jokowi meminta agar pelaksanaan sekolah tatap muka dapat digelar dengan kapasistas maksimak 25% murid. Adapun hal oitu disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6/2021).

"Bapak Presiden tadi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstrahati-hati, tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas. Terbatasnya itu apa, pertama hanya boleh maksimal 25 persen dari murid yang hadir, tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam," ujar Budi.




Berita Lainnya

Cuaca Cerah Berawan di Jakarta Hari ini

27/07/2021 06:52 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA