Sunday, 13 Jun 2021
Temukan Kami di :
Politik

Tidak Heran Jika Politikus PKS Bikin Hoax (Lagi)

Indah Pratiwi - 07/06/2021 18:51 Oleh : Agung Wibawanto

Pemerintah resmi memastikan Indonesia tidak memberangkatkan haji 2021. Ada narasi yang membandingkan keputusan pemerintah Indonesia ini dengan Malaysia, yang mendapat 10 ribu kuota haji. Lantas bagaimana faktanya?Salah satu narasi perbandingan pembatalan haji jemaah Indonesia dengan kuota haji Malaysia ini dicuitkan oleh elite PKS Tifatul Sembiring. Tifatul mengomentari keputusan pemerintah membatalkan haji dan mengaitkan dengan Malaysia yang mendapat kuota tambahan.

“Coba lobby diplomasi dg Saudi dulu, pak Menteri. Memang kuota dibatasi, ajak bicara mrk. Kasihan yg sudah antri 10 tahun dsb. Rukun Islam ke 5 ini. Malaysia malah dapat quota tambahan, kok bisa…,” tulis Tifatul dalam akun Twitternya, @tifsembiring, Jumat (4/6/2021).Lantas bagaimana fakta dari kuota haji tambahan yang didapat oleh Malaysia? Malaysia memang mendapat tambahan 10 ribu kuota haji dari pemerintah Arab Saudi. Namun penambahan kuota haji Malaysia ini hanya berlaku saat kondisi ibadah haji sudah pulih seperti sedia kala.

“Kita sudah dapat keputusan baik persetujuan apabila keadaan pandemi COVID-19 sudah pulih sepenuhnya, kuota haji ditambah 10 ribu orang dari jumlah yang ada,” kata Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassindi seperti lansir Antara, 10 Maret 2021

Maka membandingkan kuota haji tambahan pemerintah Malaysia dengan pembatalan haji Indonesia tidak pas. Pasalnya, kuota haji Malaysia berlaku jika kondisi ibadah haji di tengah Corona ini sudah pulih. Narasi yang membandingkan Indonesia dan Malaysia ini bisa dikategorikan sebagai disinformasi.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan Indonesia tidak memberangkatkan haji 2021, “Pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H 2021 M,” kata Menag Yaqut dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di akun Instagram Kementerian Agama, Kamis (3/6/2021). Salah satu pertimbangan pemerintah tidak memberangkatkan haji adalah Kerajaan Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

Selain itu, akibat pandemi COVID-19, Arab Saudi belum mengundang Indonesia untuk menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan haji.Tifatul yang anggota dewan selalu berlagak sebagai orang yang lebih tahu dan paham segala masalah. Namun nyatanya wawasan ataupun referensi literasinya sangat lemah. Ia biasanya mendapat info hanya dari satu sumber yakni media komunikasi PKS saja tanpa mau berusaha untuk mendapatkan referensi lain.

Jadi, sepertinya mau dianggap gagah dan membela jemaah, namun nyatanya justru ditertawakan karena kebodohannya. Masyarakat sepertinya sudah kadung hafal, bahwa jika PKS bicara atau membuat satu statemen agar tidak langsung dipercaya. Bahkan ada pameo, bahwa apa yang diprotes PKS, maka artinya kebijakan pemerintah sudah benar. Mengapa? Ya, karena PKS yang mengaku oposisi sejati akan selalu menganggap pemerintah salah. Tidak ada satu pun yang disetujuinya kecuali dana bansos. Masyarakat gak kaget.

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

 




Berita Lainnya

Politisasi Agama

08/06/2021 15:22 - Indah Pratiwi

PDIP, Gerindra & Nasdem Diprediksi 3 Besar

05/06/2021 09:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA