Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
Teknologi

NASA Siapkan 2 Misi Penjelajahan ke Venus, Planet yang Disebut Seperti Neraka

Aisyah Isyana - 03/06/2021 23:42

Beritacenter.COM - NASA tengah bersiap untuk memulai misi baru mereka ke Planet Venus. Badan Antariksa Amerika Serikat itu akan menlakukan penjelajahan terhadap planet berjuluk bintang fajar tersebut. Adapun misi itu bertujuan guna mempelajari kenapa Venus bisa menjadi tempat yang sepertin neraka.

"Dua misi bersaudara ini sama-sama bertujuan untuk memahami bagaimana Venus menjadi dunia seperti neraka, yang mampu melelehkan timah di permukaannya," tutur administrator baru NASA, Bill Nelson, seperti dilansir AFP, Kamis (3/6/2021).

"Mereka akan menawarkan seluruh komunitas sains kesempatan untuk menyelidiki sebuah planet yang belum pernah kita kunjungi selama lebih dari 30 tahun," sambungnya.

Baca juga :

Misi penjelajahan ke Venus itu mendapat pendaan mencapai US$500 juga, dibawah Program Dicovery NASA. Misi-misi penjelajahan ke bintang fajar ini diperkirakan akan diluncurkan antara tahun 2028 hingga 2030 mendatang. Dari kedua misi itu, nantinya akan dipilh dari proses yang kompetitif dan peninjuan matang yang didasari nilai ilmiah dan kelayakan rencana misi.

Adapun salah satu misinya disebut diberi nama DAVINCI+, yang merupakan kependekan dari Penyelidikan Atmoser Dalam Venus terhadap Gas Mulia, Reaksi Kimia dan Pencitraan. Nantinya, misi ini bertugas mengumpulkan lebih detail komposisi atmosfer planet Venus yang didominasi karbon dioksida, guna mempelajari bagaimana itu terbentuk dan berevolusi.

Adapun misi DAVINCI+ ini juga bertujuan guna mencari tahu apakah planet Venus sebelumnya pernah memiliki lautan atau tidak. Nantinya, sebuah alat akan diterjunkan ke lapisan atmosfer padat yang dilapisi awan yang mengandung aasam sulfat. Alat itu guna mengukur secara tepat kadar gas mulia dan elemen lainnya yang memicu situasi permukaan planet Venus.

Kendati misi itu dipimpin oleh NASA, rencananya Pusat Dirgantara Jerman akan memberikan pemetaan sinar infra merah, sedangkan Badan Antariksa Italia dan Pusat d'Etudes Spatiales Nasional akan berkontribusi pada radar dan bagian lainnya dalam misi ini.

"Mengherankan betapa sedikitnya kita tahu soal Venus, tapi hasil gabungan dari misi ini akan memberitahu kita soal planet itu dari awan di angkasa melalui gunung api di permukaannya sampai ke intinya," tutur ilmuwan Program Discovery NASA, Tom Wagner. "Itu akan menjadi seolah-olah kita menemukan kembali planet tersebut," imbuhnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA