Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
Opini

TANPA NASIONALISME, NEGARA AKAN HANCUR

Indah Pratiwi - 31/05/2021 19:30

- Hormat Bendera Merah Putih : Musyrik, haram, kafir.
- Nyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya : Musyrik, Haram, Kafir.
- Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila : Thogut, berhala, haram, kafir.
- UUD 45 dan KUHP : Hukum kafir.
- Demokrasi : Haram.
- Budaya asli Nusantara : Bid'ah, syirik, musyrik, haram.
- Toleransi beragama : Haram, kafir.
- Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman : itu hadis palsu, tidak ada ajaran nasionalisme.

Beginilah kaum wahabi dan salafi menyebarkan paham mereka, semuanya serba sgt keras dan kaku, semuanya serba bid'ah, musyrik, syirik, haram, kafir.

Mereka ini adalah kelompok yg mengharamkan nasionalisme, mereka gencar menyebarkan paham mereka dgn alasan pemurnian akidah, mereka mengklaim bahwa kelompok mereka adalan yg paling murni dlm ajaran islam. Mereka mengharamkan akal dlm mempelajari agama, mereka mendoktrin bahwa agama itu wahyu dan dalil, jadi tidak boleh menggunakan akal.

Jika paham mereka ttg tidak adanya nasionalisme didlm islam itu sudah menyebar luas maka bangsa dan negara bisa hancur, masyarakat mudah diadu domba, diprovokasi dan dipecah belah dan timbulah perang saudara atas nama agama, kita ambil contoh negara yg hancur karena nasionalisme rendah, bahkan tidak ada nasionalisme, seperti : Afghanistan, Yaman dan beberapa negara ditimur tengah.

Semua kelompok teroris ditimur tengah, juga Taliban, Boko Haram, adalah berpaham wahabi salafi.

Menurut Polisi, semua teroris dinegara kita yg ditangkap Densus 88, seperti JAD, JI, adalah berpaham wahabi.

Mereka ini kaum pengkhianat bangsa dan negara.

Dan tanpa nasionalisme, negara akan hancur, hanya menunggu saja waktu kehancurannya.

Benih2 terorisme itu berasal dari ajaran wahabi dan salafi. Inti ajaran wahabisme bukanlah terorisme, tapi dari paham wahabi itulah muncul bibit2 teroris, ajaran wahabi memusyrikan segala hal. Kalau sudah wahabi, ini musyrik, ini bid'ah, ini sesat, ini dhalal, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi sudah halal darahnya boleh dibunuh. ( KH.Said Aqil Siradj ).

Wahabi dan salafi semakin hari semakin gencar menyebarkan pahamnya dinegara kita Indonesia. Apakah sudah terlambat ? memang faktanya agak terlambat tetapi tidak ada kata terlambat untuk melawan mereka.

Seperti halnya HTI, demikian juga dgn wahabi salafi yg selama puluhan tahun terjadi pembiaran, yg akhirnya semakin berkembang.

HTI masuk kenegara kita Indonesia pd tahun 1983, sedangkan paham wahabi mulai berkembang pesat dinegara kita pd tahun 1980.

LIPIA ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Dan Bahasa Arab ) didirikan pd th 1980 di Jakarta dan lembaga inilah yg merupakan corong Wahabisme Saudi Arabia yg berada langsung dibawah naungan universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud, Riyadh.

LIPIA dengan gigih menjaring kader2nya dengan memberi bantuan beasiswa studi ke Timur Tengah, terutama ke Saudi Arabia.

Lalu ada berapa banyak pesantren wahabi dinegara kita ? menurut PP RMI NU ada 36 pesantren Wahabi dinegara kita Indonesia.

Wahabi sendiri paling benci dgn NU, karena NU itu ormas agama yg terbesar dengan nasionalisme yg tinggi, yg tetap mempertahan Pancasila dan budaya asli Nusantara. Nasionalisme NU adalah : Hubbul Wathan Minal Iman (Mencintai tanah air, sebagian dari iman).

lalu oleh wahabi disebarkanlah bahwa NU itu sesat, ahli bid'ah dan disebarkanlah bahwa hadis mencintai tanah air itu palsu dan didlm islam tdk ada nasionalisme itu. Padahal hadis tsb dari Anas yg diriwayatkan Bukhari, Ibn Hibbab dan Tirmidzi.

Harusnya sudah sejak dulu, sejak lama, wahabi dan salafi ini dilarang dinegara kita, ditindak dgn tegas tetapi malah terjadi pembiaran dan pesantren wahabi salafi semakin menjamur.

Tanpa nasionalisme, negara akan hancur.

Pemahaman wahabi salafi perlahan tapi pasti menghancurkan nasionalisme dan akhirnya menghancurkan bangsa dan negara.

Jika dimasyarakat nasionalismenya tetap terjaga kuat, maka masyarakatnya kuat dlm cinta tanah air, maka masyarakatnya tidak akan bisa diprovokasi, diadu domba, dipecah belah dan termakan hoax fitnah.

Kita tetap jaga nasionalisme.
Kita jaga Pancasila.
Kita rawat Bhinneka Tunggal Ika.
SALAM DAMAI.
Sumber : Status Facebook Asrof Husin




Berita Lainnya

TERIMA KASIH PAK PRESIDEN

22/09/2021 11:46 - Indah Pratiwi

Dugaan Kasus Anies

22/09/2021 11:34 - Indah Pratiwi

Perkataan Pak Dudung Tidak Salah

22/09/2021 10:45 - Indah Pratiwi

SELAMAT JALAN BEGAWAN

21/09/2021 12:22 - Indah Pratiwi

JADI BEDEBAH ITU INDAH

21/09/2021 12:17 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA