Monday, 21 Jun 2021
Temukan Kami di :
Opini

(Novel) Tak Jadi Dinonaktifkan?

Indah Pratiwi - 18/05/2021 13:53 Oleh : Karto Bugel

Dasar pemikirannya adalah soal adanya pro dan kontra. Atas hasil TWK pada KPK telah dinyatakan ada 75 orang tak lolos dan Novel adalah salah satunya. Nama ini memancing debat pada publik.Sentimen bahwa pemerintah punya agenda pada hasil tes ini bergerak pada arah negative tampak sangat jelas. Berbagai tuduhan bahwa pemerintah ada di belakang kejadian ini berkembang melebihi nalar logis sebuah peristiwa sederhana, itu tampak dari pernyataan banyak orang yang kita anggap pintar.

Tau kan siapa para pintar itu?Saya pribadi berpikir, ga lolos ya ga diterima masuk, dah sesimpel Itu saja. Lha calon ASN yang pernah ga lolos juga banyak kan? Yang jelas bukan cuma mereka ber 75 itu.Bahwa ini kemudian ditarik pada ranah berbau politis, itu karena aktor-aktor di belakangnya adalah para politisi itu sendiri. Bahwa tes itu kemudian dimaknai dengan ada bau konspirasi pemerintah menyingkirkan para idealis, itu promosi demi gaung. Apa pun itu, Presiden pada akhirnya memang harus bersuara. Ini penting karena narasi bahwa KPK dilemahkan pada rezim Jokowi tak boleh berkembang.

Presiden harus tampil dan tampak dalam sisi bijaknya. Pernyataan Jokowi yang meminta TWK tidak menjadi standar pemberhentian pegawai merupakan sikap yang pas untuk menyelesaikan polemik pada riuh di KPK.”Koq terkesan gamang ketika ombak besar itu datang?

“Karena ini politis, cara kita melihat pun harus dari sisi tersebut. Presiden tak bersuara justru akan dianggap sebagai pembenaran dari semua tuduhan yang berkembang. Presiden bersuara seolah larut dalam arah arus yang mereka buat, itu akan memberi warna berbeda. Adem, gitu kira-kira..Namun ketika esensi apa atas komentarnya kita terjemahkan, itu seperti pernyataan seorang ayah pada anaknya yang gagal masuk perguruan tinggi misalnya ;”kamu belajar lagi.. tahun depan pasti lolos. Ikut bimbel yang bagus yaa.. bapak yang bayarin!!”

Sederhana, tapi memberi harapan itu tetap hidup sekaligus sentilan atas kegagalannya karena kurang belajar.Hal tersebut tampak saat beliau menyebut hasil TWK masih dapat dibenahi dengan melakukan pendidikan di tingkat lembaga.”Kalau dianggap ada kekurangan, saya berpendapat masih ada peluang untuk memperbaiki melalui pendidikan kedinasan tentang wawasan kebangsaan dan perlu segera dilakukan langkah-langkah perbaikan pada level individual maupun organisasi,” ujar Jokowi.

“Jadi bukan berarti mereka lolos dan Novel tetap jadi penyidik kan?”Lah, koq selalu tentang Novel? Negara ini terlalu besar bersibuk ria dengan konspirasi seperti itu demi seorang Novel. Dia bukan pemilik strata itu.”Trus gimana dong Anis?”Bukannya lagi nyagub di Gaza?.

RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel




Berita Lainnya

Masyarakat Anti Fakta Covid-19

19/06/2021 17:30 - Indah Pratiwi

Sembako dan Pendidikan yang Dipajaki

19/06/2021 16:30 - Indah Pratiwi

Erik Tohir, Jagoan Milenial 2024

18/06/2021 18:00 - Indah Pratiwi

Ikhtiyar Hindari Covid

18/06/2021 16:10 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA